oleh

KH Maktum Jauhari Madura Berpulang, Ini Memori Sesama Alumni Kairo

PortalMadura.Com – Syarifuddin Abdullah adalah salah satu alumni Kairo yang tiba di Mesir tahun 1985. Ia mengaku mulai mengenal sosok KH Maktum Jauhari setelah selesai Lc pada tahun 1989.

“Kala itu, beliau (KH Maktum Jauhari, red) sedang mempersiapkan risalah master-nya,” kata Syarifuddin Abdullah dalam tulisan In Memorian di kompasiana.com, Selasa (29/1/2015).

Ketika ia tinggal di sebuah apartemen di bilangan Hayyus-Sabi’, Nasr City, Kairo, sejak akhir tahun 1989, ia satu rumah dengan saudara Said Latulanit, Marwan Mahfud dan Uyung Bachtiar.

“Kebetulan, tiga teman serumah ini cukup dekat dengan Maktum Jauhari, terutama dengan Said Latulanit. Karena itu, Maktum Jauhari cukup sering main ke rumah. Meskipun demikian, saya dan beliau nyaris tidak pernah terlibat ngobrol serius. Saya ingat persis, kalau datang ke rumah untuk menjemput Said Latulanit, untuk jalan-jalan atau untuk keperluan tertentu, kadang hanya sempat duduk sebentar di rumah, menunggu Said Latulanit beres-beres, dan keduanya kemudian jalan keluar rumah. Bisa dua tiga kali dalam seminggu,” urainya.

Karena sering bertemu, Syarifuddin Abdullah mempunyai kesan kuat tentang KH Maktum Jauhari. Baca juga : KH Maktum Jauhari Madura Dikebumikan Pagi Ini

(1) Bahwa Maktum Jauhari termasuk seorang “pembaca serius” dalam berbagai disiplin ilmu. Hal ini terlihat jelas dari komentar-komentarnya – yang pendek tapi bermutu – terhadap kasus-kasus tertentu di kalangan mahasiswa atau isu tertentu baik di Mesir ataupun di Indonesia.

(2) Bahwa Maktum Jauhari – terkait dengan bacaannya yang luas – jarang sekali terlibat perdebatan yang tegang antar sesama mahasiswa. Beliau termasuk easy going, yang tetap berkarakter. Ini agak kontras dengan pembawaan orang Madura pada umumnya. Bayangan saya, sikap ini yang menjadikannya salah satu ulama Madura yang disegani, setelah beliau kembali ke tanah air dan menjadi pimpinan di Pondok Al-Amin di Madura.

(3) Untuk mahasiswa seangkatannya, Maktum Jauhari juga memiliki kemampuan bahasa Arab di atas rata-rata. Ketika itu, Maktum Jauhari sudah dipercaya menjadi salah satu pembimbing dan pengarah sebuah group “diskusi berbahasa Arab” terbatas di kalangan alumni Gontor di Kairo.

(4) Secara personal, Maktum Jauhari adalah seorang periang, yang bisa tertawa lepas dengan suara tawanya yang khas. Dan beliau adalah penggemar sepak bola yang luar biasa, kalau tidak salah, beliau adalah ahlawi (istilah untuk penggemar klub Ahli di Mesir).

(5) Maktum Jauhari adalah pribadi yang selalu menghindari permusuhan dengan siapapun, dan kepribadian ini menunjukkan almarhum adalah orang baik. Sebab hanya orang baik yang bisa menghindari permusuhan. (choir/har)


Komentar