Kiai di Madura Rudapaksa Santri Putri di Kamar Pondok

Avatar of PortalMadura.com
Kiai di Madura Rudapaksa Santri Putri di Kamar Pondok
Ilustrasi (NET)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Bangkalan – Korban asusila menimpa seorang santri putri di pulau garam Madura. Sebut saja Bunga (nama samaran) berusia 20 tahun.

Bunga diduga menjadi korban rudakpaksa seorang kiai yang sekaligus pengasuh salah satu pondok pesantren di wilayah hukum Blega, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Korban Bunga, asal Kecamatan Galis, Bangkalan itu mengalami tindak pidana asusila hingga lebih tiga kali sejak tahun 2016-2019.

Peristiwa yang menghancurkan masa depan Bunga, terjadi di kamar pondok putri, tempat ia menimba ilmu agama yang diasuh pelaku.

“Itu dilakukan dengan cara paksa,” kata orang tua korban, R, Kamis (24/12/2020).

Ia menceritakan, Bunga dipaksa melayani kebutuhan nafsu setan sang pengasuh pondok saat situasi sepi. Teman-teman korban pergi ke sekolah.

Baca Juga:  Porprov Jatim, Cabor Angkat Besi Sumenep Borong 2 Medali Perak & Perunggu

Dua kali tindakan asusila terjadi pada tahun 2016. Salah satunya dilakukan pada bulan Juni. Bunga sudah menolak, namun pelaku bertindak dengan cara memaksa.

Rupanya, pelaku bak ketagihan dengan kemolekan tubuh korban. Tindakan asusila kembali dialami korban sekitar bulan September 2019.

Bunga yang setiap harinya periang dan mudah bergaul dengan teman-temannya kini menjadi pendiam.

Beban pikiran mulai terpancar dari wajah korban hingga akhirnya orang tuanya merasakan ada keganjilan pada putrinya.

Bunga diajak untuk menceritakan beban yang dialami. Dan akhirnya menceritakan kejadian yang dialami selama di pondok pesantren.

Puncaknya, orang tua korban R melaporkan kasus tersebut pada Polsek Blega, Bangkalan, 7 Desember 2020.

Tanda bukti laporan, nomor : TBL-B/14/XII/RES.1.4/2020/JATIM/Reskrim/Bangkalan/SPKT Polsek Blega.

Baca Juga:  Porprov Jatim 2022, Sementara Sumenep Raih 16 Medali

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Blega, Bangkalan, Iptu Husyairi mengaku kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Bangkalan.

“Semuanya sudah ada di Polres. Saya yang mau berkomentar takut keliru,” katanya singkat.(*)

Respon (3)

  1. Ini media kok ngeh banget ya??

    Kiai di Madura itu banyak, tiap kampung, tiap desa, tiap kecamatan, apalagi SE kabupaten…. Hampir tdk terhitung nama” kyai nya…..

    Ini kalimatnya universal, samakan” kyai Madura tukang cabul smua,…

    Mohon dikoreksi….

  2. Ini media kok ngeh banget ya??

    Kiai di Madura itu banyak, tiap kampung, tiap desa, tiap kecamatan, apalagi SE kabupaten…. Hampir tdk terhitung nama” kyai nya…..

    Ini kalimatnya universal, samakan” kyai Madura tukang cabul smua,…

    Mohon dikoreksi….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.