oleh

Kiprah Politik Nyi Eva Hingga Berlabuh Direkom PDI Perjuangan pada Pilbup Sumenep 2020

Sosok perempuan yang satu ini boleh dibilang ‘tajir‘ dalam menjalani dunia politik di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ia adalah Nyai Hj. Dewi Khalifah yang akrab disapa Nyi Eva.

Saat ini ‘berlabuh’ di rekomendasi DPP PDI Perjuangan untuk mendampingi Achmad Fauzi pada Pemilihan Bupati Sumenep 2020 yang akan digelar 23 September 2020.

Kiprah istri dari Ketua MUI Sumenep, KH. Syafraji ini bukan hanya sebagai pemimpin dalam rumah tangga dan atau sekedar pengasuh pondok pesantren Aqidah Usmuni Terate yang dijalani sejak tahun 1986.

Nyi Eva juga sebagai pemimpin bagi organisasi dan komunitasnya dilingkungan warga NU serta menjadi pemimpin dalam politik. Dalam lingkup partai politik, saat ini ia sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Sumenep.

Nyi Eva tidak berlebihan jika disebut salah satu pejuang gender, pengembang, penggerak, pengayom, motivator dan fasilitator bagi masyarakat Madura khususnya di Kabupaten Sumenep.

Dalam catatan PortalMadura.Com, sinergi untuk mempertahankan kedudukan Nyi Eva dalam politik sudah terbukti pada Pemilukada tahun 2015 dan 2010 sebagai wujud tindakan politik praktis. Yang kala itu sebagai calon wakil Bupati Sumenep.

Hasil pertarungannya dalam dua periode tersebut mengalami kekalahan pada kisaran 10 ribu suara melawan rival politiknya, KH. Busyro Karim.

Wanita kelahiran 30 Maret 1971 ini juga sempat menjadi anggota DPRD Sumenep yang berangkat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada tahun 2004-2009.

Gerakan yang dilakukan Eva, konsen pada kesetaraan gender. Salah satunya melalui strategi perjuangan gender agar wanita Madura lepas dari keterkungkungan, ketiadaan deskriminasi perempuan serta kesetaraan hak seorang perempuan.

Hal ini menjadi catatan sangat penting yang notabene masih ada upaya membatasi kebebasan seorang wanita (paternalistik) untuk menjadi pemimpin. Dalam lingkup desa, saat ini sudah muncul sejumlah perempuan yang menjadi kepala desa di Kabupaten Sumenep.

Menurut Nyi Eva yang pernah meraih penghargaan tingkat nasional pada bidang Manggala Karya Kencana dan Pemuda Pelopor Nasional tahun 2003 ini, perempuan memiliki kedudukan dan martabat yang sesuai dengan statusnya dan berhak memperoleh kembali kedudukan tersebut.

Dalam proses pemberdayaan harkat dan martabat perempuan, sosok Nyi Eva ini memiliki keinginan kuat untuk terus berpartisipasi dan ikut serta dalam dunia politik sebagai upaya proses mensukseskan pembangunan di wilayahnya, khususnya daerah Sumenep.

Tak heran, jika pada Pilbup Sumenep 2020 ini, Eva kembali ikut kontestasi demokrasi 5 tahunan mendampingi Achmad Fauzi yang berangkat dari PDI Perjuangan.

Pada bidang peningkatan ekonomi, Eva sudah bekerja dan dirasakan oleh kaum perempuan dengan cara memperluas lapangan pekerjaan untuk ibu-ibu, pemuda, dan santri yang sedang dalam masa pendidikan.

Hal tersebut sudah banyak dirintis berupa kelompok ibu-ibu untuk berkarya pada bidang UMKM, salah satunya batik tulis dan aksesoris khas Sumenep yang tumbuh dan berkembang di berbagai pelosok desa.

Eksistensi itu dilakoni dengan menggunakan pendekatan organisasi perempuan. Salah satu organisa yang tetap eksis adalah Fatayat yang pernah dinahkodai tahun 1990-1999 dan Muslimat NU (1999-2020), PUAN Amal Hayati, kompolan atau pengajian di berbagai pelosok daratan maupun kepulauan.

Pemberdayaan perempuan ini juga digarap melalui Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Bidang Ekonomi MUI Sumenep. Gerakan itu dilakukan secara gratis dalam bentuk pelatihan-pelatihan dan memberi modal.

Kelebihan sosok Nyi Eva yang sulit dilupakan oleh sebagian warga Sumenep adalah silataurrahmi yang dibangun dan dijaga. Ia tidak memutus silaturrahmi dengan siapapun dan dimanapun yang dinilainya sebuah ibadah.

Riwayat pendidikan formal Nyi. Hj. Dewi Khalifah yakni:

MIN Terate (1977-1983)
MTsN Terate (1983-1986)
MA Jungcangcang (1986-1989)
S1 UNiversitas Putra Bangsa (2004)
S2 Universitas Narotama (2009)

Baca Juga :

Baca Juga :

Tim Redaksi
.
Tirto.ID
Loading...

Komentar