Kisah Anak Seorang Kernet Bus Raih Impian Jadi Polwan

Avatar of PortalMadura.com

PortalMadura.Com, Sumenep – Status sosial tidak menghalangi impian Diah Novi Rahmawati. Wanita cantik kelahiran Sampang, 27 November 1997 ini, kini berbaju coklat di HUT ke-74 Polwan.

Novi sapaan Diah Novi Rahmawati bertugas sebagai polisi wanita (Polwan) di lingkungan Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Ia lahir dari keluarga sederhana dan bukan keluarga besar Polri.

“Bapak saya itu awalnya kernet bus Damri, terus menjabat jadi kondektur, sekarang jadi pengawas,” terang Novi yang sudah menyandang pangkat Brigadir Polisi Satu (Briptu).

Ia menceritakan kisahnya awal termotivasi menjadi seorang Polwan yang dimulai dari terpilihnya menjadi Paskibraka. Kala itu, pelatihnya seorang Polwan. “Motivator saya itu pelatih Paskibraka,” kata Novi, putri pertama dari tiga bersaudara.

Ia pun memberanikan diri ikut tes Polwan setelah lulus dari SMAN I Torjun, Sampang. Semua berkas yang dibutuhkan diurus sendiri di Polres Sampang dan tes berlangsung di Polda Jatim. “Awal 2016, saya resmi jadi Polwan,” terangnya.

Novi juga bersyukur karena pertama kali mengemban tugas sebagai Polwan ditempatkan di Satreskrim Polres Sumenep selama 2 tahun dan hingga hari ini dimutasi di keuangan Polres Sumenep.

“Sejak jadi Polwan, saya lebih banyak tahu lagi kehidupan masyarakat. Dan warga Sumenep itu baik, halus dan ramah. Saya banyak belajar juga, karena awalnya saya kaget karena harus menyesuaikan,” ungkapnya.

Selama jadi Polwan, ia tidak pernah mengalami perilaku yang tidak baik meski harus turun ke lapangan untuk melakukan pengamanan aksi unjukrasa dibarisan terdepan sebagai negosiator.

“Kalau situasi sudah memanas Polwan mundur, digantikan Dalmas bapak-bapaknya,” terangnya.

Bagi Novi, tidak ada yang susah untuk proses masuk menjadi Polwan. Menurutnya, yang perlu dipersiapkan, selain pelajaran yang bisa dipelajari sendiri, yakni fisik dan mental. “Fisik bisa olahraga, kesehatan harus menjaga pola makan, itu saja sih,” katanya.

Novi pun kini tidak seorang diri. Ia terpikat pria yang juga seorang polisi bertugas di lingkungan Polres Sumenep dan sudah dikarunia anak satu berumur 7 bulan. Novi mengaku perlu pandai mengatur waktu untuk berbagi.

“Saya tetap seorang ibu, tetap ibu rumah tangga dan saya Polwan bagi masyarakat. Jadi, kalau pagi nyuapin anak, nyiapin suami, dan baru berangkat bertugas. Baru sore ketemu anak,” katanya.

Ia berharap agar masyarakat tidak berkecil hati untuk masuk menjadi Polwan, berusaha dan niat yang kuat akan membawa kesuksesan. “Saya saja dari keluarga sederhana. Yang penting jangan berkecil hati,” tandasnya.(*)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.