oleh

KLB DBD, Dinkes ‘Woro-woro’ 3 M

PortalMadura.Com, Sumenep – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur terus melakukan woro-woro setiap hari guna memberikan pemahaman kepada masyarakat, pentingnya 3 M (menutup, mengubur dan menguras).

“Kami terus melakukan woro-woro agar masyarakat melakukan pemusnahan sarang nyamuk (PSN) dengan 3 M,” ungkap A Fatoni, kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Sabtu (31/1/2015).

Fatoni memaparkan, woro-woro itu melalui pengeras suara yang dibawa keliling keperkampungan, baik di kota maupun di kecamatan oleh petugas Puskesmas setempat.

“Semua Puskesmas kami minta untuk melakukan woro-woro itu agar masyarakat ingat dan tahu pentingnya pencegahan terjadinya penyakit DBD,” ujarnya.

Ia menegaskan, membasmi sarang jentik lebih baik dibanding membasmi nyamuk yang sudah berkembang biak.

“Kalau fogging itu tidak sampai membasmi jentiknya, makanya butuh melakukan 3 M,” urainya.

Hingga saat ini, di Sumenep tercatat 298 penderita penyakit DBD sejak awal Januari. Dari 298 itu, tiga di antaranya meninggal dunia. (arifin/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE