KMP DBS III Resmi Dioperasikan, Ini Harapan Warga Kepulauan

KMP DBS III Resmi Dioperasikan min
KMP DBS III Resmi Dioperasikan, Ini Harapan Warga Kepulauan
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, resmi mengoperasikan KPM Darma Bahari Sumekar (DBS) III, di Pelabuhan Kalianget. Dengan dioperasikannya kapal yang menghabiskan dana sebesar Rp 39 miliar ini, alat transportasi laut di Bumi Sumekar ini bertambah.

Penambahan alat transportasi laut ini menjadi harapan warga kepulauan selama beberapa tahun terakhir ini. Sebab, selama ini alat transportasi menjadi kendala dalam peningkatan pembangunan di wilayah kepulauan.

Salah satu anggota DPRD Sumenep asal Pulau Kangean, M. Syukri berharap, kapal yang maru diresmikan tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat kepulauan dan tidak menambah beban bagi masyarakat.

“Semoga masyarakat kepulauan bisa memanfaatkan keberadaan kapal tersebut dengan cerdas dan maksimal,” kata M. Syukri, Rabu (31/10/2018).

Baca Juga:  Sempat Saling Dorong, Begini Penampakan Kapolres Tandatangani Pakta Integritas Versi PMII Sumenep

Sekretaris DPC PPP ini juga berharap keberadaan kapal DBS III dapat memperpendek jarak daratan dan kepulauan. Sebab, selama ini jarak tempuh daratan dan kepulauan memakan waktu 10 jam atau bahkan lebih.

“Dengan Kapal DBS III ini diharapkan memperpendek jarak antara pulau dan daratan dan diharapkan bisa mengatasi persoalan-persoalan yang sering tidak teratasi dalam suasana laut cuaca ekstrim,” harapnya.

Lebih lanjut, anggota Komisi III ini menegaskan, yang paling penting adalah pengelolaannya harus lebih diperbaiki sehingga lebih memberikan rasa nyaman bagi masyarakat dengan mempercayakan kepada pihak tertentu yang betul-betul mampu dalam bidang pelayanan penumpang.

“Pengelolanya harus profesional, jangan asal-asalan seperti yang sudah berlalu. Sangat disayangkan, kapalnya bagus, tapi pengelolaannya tidak profesional,” tegasnya.

Baca Juga:  Pengamanan Aksi PMII, Polres Sumenep Terjunkan 301 Personel

Kapal DBS III ini mampu mengangkut 300 penumpang dengan rincian kelas bisnis 40 orang, Kelas ekonomi kasur 120 orang, ekonomi duduk 140 orang, mobil 4 unit, sepeda motor 100 unit dan sembako sekitar 100 ton. Sedangkan fasilitas penunjang lainnya itu kantin penumpang dan Musollah. (Arifin/Nurul)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.