oleh

KMS Tabur Garam, Tuntut PT Garam Ditutup Paksa

PortalMadura.Com, Sumenep – Mahasiswa yang tergabung dalam KMS (Kaukus Mahasiswa Sumekar), menggelar aksi ke Kantor DPRD dan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mereka menuntut perusahaan milik negara, PT Garam (Persero) Kalianget ditutup dan tidak memproduksi garam di Sumenep. KMS menilai, dana CSR (Corporate Social Responsibility) tidak direalisasikan kepada masyarakat korban dampak produksi garam.

Mereka juga membawa poster bertuliskan kecaman terhadap PT Garam. “Legislatif dan eksekutif harus tegas terhadap PT Garam”, “Kami tidak percaya omong kosong PT Garam”, “Hentikan produksi garam jika tidak melaksanakan kewajban perusahaan”.

Para pendemo juga melakukan aksi teatrikal di depan Kantor Pemkab Sumenep, dengan menabur garam sebagai bentuk protes. “Kami sengaja menabur garam, karena¬† PT Garam yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengabaikan tanggung jawab sosial perusahaan,” ujar Koorlap Aksi KMS, Hendri Siswanto.

Pproduksi garam telah mengakibatkan pendangkalan sungai di tiga desa, yakni Desa Pinggir Papas, Karang Anyar, dan Gersik Putih. Bahkan, infrastruktur jalan rusak dan penyempitkan lahan. Apalagi PT Garam belum mempunyai AMDAL (Analisa Dampak Lingkungan).

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Hadi Soetarto mengaku menerima semua tuntutan dari KMS. Tapi, Pemkab tidak bisa mengabulkan permintaan mahasiswa untuk menghentikan operasi PT Garam di Sumenep, karena PT Garam merupakan BUMN. Sedangkan Pemkab tidak punya kewenangan. “Kami sifatnya hanya berkoordinasi saja,” kata Sekdakab Sumenep.

Pihaknya juga mengaku kecewa terhadap PT Garam yang hingga saat ini belum melaporkan penggunaan dana CSR tersebut. “Sementara Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadi sasaran kecaman berbagai pihak terkait dana tersebut. Kita belum mendapat laporan apapun dari PT Garam soal CSR itu,” terangnya.

Pemerintah sudah berulangkali mengundang PT Garam untuk melaporkan realisasi dana CSR kepada pemerintah daerah. Namun, PT Garam¬† tidak pernah hadir. “Mau gimana lagi, kita hanya bisa melakukan koordinasi saja,” kilahnya.(ita/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.