oleh

Koalisi Pimpinan AS Serang Masjid di Timur Suriah

PortalMadura.Com, Washington – Koalisi pimpinan AS di Suriah pada Senin menargetkan dan menghancurkan sebuah masjid di provinsi Deir ez-Zor, menurut seorang pejabat pentagon.

Juru bicara Pentagon Kolonel Rob Manning mengatakan kepada wartawan bahwa masjid itu sengaja ditargetkan oleh pasukan AS karena digunakan sebagai pusat komando oleh Daesh.

“Ketika ISIS dengan sengaja memilih untuk menggunakan sebuah gedung sebagai fasilitas komando dan kontrol, mereka menyebabkan gedung itu kehilangan statusnya sebagai situs terlindungi,” kata Manning, mengacu pada Daesh. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (23/10/2018).

Manning menambahkan masjid itu dipantau oleh pasukan AS untuk memastikan hanya pejuang ISIS yang berada di dalamnya.

Dia tidak memberi tahukan jumlah korban tetapi mengatakan koalisi sedang menyelidiki setiap tuduhan tentang kematian warga sipil.

Menurut Manning, ini adalah serangan koalisi kedua terhadap posisi tempur Daesh,yang berasal dari sebuah masjid di Deir ez-Zor, dalam waktu kurang dari seminggu.

Sebanyak tiga masjid telah dihantam oleh pasukan koalisi dalam seminggu terakhir.

Pekan lalu, sebuah serangan udara koalisi menargetkan sebuah masjid di Al-Susah di timur Deir ez-Zor saat salat Jumat, menewaskan 16 orang, menurut sumber-sumber lokal.

Pada Kamis, 30 warga sipil, termasuk dua anak-anak, tewas dalam serangan udara di masjid Ammar ben Yasir di Al-Susah.

Sebelumnya 13 orang tewas di kota yang sama pada Rabu.

Enam warga sipil lainnya juga tewas dalam serangan yang menghantam sebuah lembaga agama lokal di Kota Hajin di provinsi yang sama, sumber-sumber menambahkan.

Sejak Rabu, setidaknya 65 warga sipil tewas di provinsi itu akibat serangan udara yang dilakukan oleh pasukan pimpinan AS.

Dengan dukungan AS dan Prancis, YPG, cabang PKK di Suriah yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa, baru-baru ini meluncurkan serangan terhadap kota Hajin di provinsi Deir ez-Zor.

Serangan ini bertujuan untuk merebut kota itu dari Pasukan Daesh, memicu bentrokan antara kedua belah pihak.

Daesh saat ini memegang kendali atas Hajin, Al-Susah dan Al-Shaafah, serta desa Al-Muhasan dan Bu-Khater.

YPG mempertahankan kehadirannya di bagian timur Sungai Eufrat yang mengalir melewati provinsi Deir ez-Zor. (AA)

Loading...