oleh

Komisi B : Segera Gunakan Anggaran Tak Terduga

SUMENEP (PortalMadura) – Komisi B DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur mendesak pihak eksekutif agar menggunakan anggaran tak terduga atas peristiwa terbakarnya Pasar Anom Baru Kota Sumenep, pada pukul 19:20 Wib, Rabu (5/3/2014).

“Kebakaran Pasar Anom masuk katagori bencana, maka segara gunakan anggaran tak terduga itu. Kalau tidak salah, anggarannya mencapai Rp 5 miliar,” tegas Ketua Komisi B DPRD Sumenep, Bambang Prayogi, Kamis (6/3/2014).

Selain itu, Pemerintah Daerah bisa mengajukan anggaran untuk tambahan pembangunan pasar sebelum PAK. “Ini emergensi. Tidak salah kalau pihak eksekutif mengajukan tambahan anggaran mendahului PAK,” terangnya.

Pihaknya juga menyarankan, agar eksekutif secepat mungkin melakukan komunikasi dengan komisi lain di DPRD. Karena dalam hal pembangunan pasar berkaitan dengan Komisi C, sedangkan soal anggaran ada di Komisi A. “Nah, ini yang perlu difahami oleh eksekutif dalam penanganan kebakaran Pasar Anom,” ujarnya.

Komisi B yang sudah turun kelokasi kebakaran menilai, jika yang perlu diatasi saat ini adalah ketersediaan armada bagi pedagang untuk mengangkut sisa barang dagangannya yang sempat terselamatkan dari kobaran api. Lalu, lakukan pembersihan puing-puing kebakaran itu secepat mungkin. “Jika memungkinkan, pekan depan sudah bersih,” katanya.

Untuk penempatan pedagang, pihaknya menyarankan, agar sementara pedagang dialihkan ke lokasi Tajamara (Terminal lama). Dan perlu ada sosialisasi jika masih ada Pasar Bangkal (utara kota) dan Pasal Burung yang belum optimal digunakan, sehingga para pedagang masih bisa berjualan.

“Pembangunan Pasar Anom ini, sifatnya mendesak. Jangan sampai pembangunan tersendat seperti yang terjadi saat ini. Rentang waktu dari kebakaran tahun 2007 dan sampai kebakaran lagi, pembangunan pasar masih bermasalah,” tandasnya.(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.