oleh

Komisi I DPRD Sumenep Tuding Ada Mafia Raskin di Bulog

PortalMadura.Com, Sumenep – Komisi I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur menengarai terjadi mafia bantuan program pengentasan warga kurang mampu (raskin) di Bulog setempat. Pasalnya, pada tahun 2015, sebesar Rp3,8 miliar yang disetor kepala desa mengendap di Bulog, bahkan dana tersebut disimpan di BRI.

“Tudingan terjadi mafia raskin di Bulog akan menjadi absah ketika terjadi penyimpanan uang tebusan raskin di Bank,” ungkap ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, Kamis (24/3/2015).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, saat komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan ini sidak ke Bulog dan mempertanyakan kebenaran dan proses penyimpanan uang tebusan raskin di Bank, kepala Bulog Sumenep, Ainul Fatah berbelit-belit memberikan keterangan.

“Saat dikonfirmasi terhadap kepala Bulog Sumenep, ternyata jawabannya tidak memuaskan soal proses dana yang disimpan di bank itu,” ucapnya.

Akibatnya, kata Darul, Komisinya harus berangkat ke Bulog pusat untuk menelusuri proses distribusi raskin dan soal dana tebusan raskin yang dititip di Bank.

“Karena kami tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari kepala Bulog Sumenep, kami harus mendatangi Bulog pusat, seperti apa proses pendistribusian raskin dan apakah boleh dana tebusan itu dititip di bank,” urainya.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Sumenep mendatangi Bulog setempat. Sebab, pada tahun 2015, terjadi pengendapan uang di Bulog. Dana tebusan sudah disetor dari 123 kepala desa, namun raskin tidak kunjung direalisasikan. (arifin/choir)


Komentar