Komisi III DPRD Sumenep Sidak Pembangunan RTH Tajamara

  • Bagikan
Suasana sidak Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep di Tajamara Kolor Sumenep
Suasana sidak Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep di Tajamara Kolor Sumenep (Rabu, 3/10/2018). (Foto: Samsul Arifin)

PortalMadura.Com, Sumenep – Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tajamara, di Desa Kolor, Rabu (3/10/2018).

Sidak dilakukan komisi yang membidangi infrastruktur dan pembangunan itu guna memastikan pembangunan lanjutan itu tidak terputus kontrak seperti tahun lalu. Sebab, proyek pembangunan tersebut sangat diharapkan cepat selesai.

“Kami hanya ingin memastikan, pembangunan RTH ini tidak putus kontrak lagi seperti tahun lalu. Karena, saat tahun lalu terjadi putus kontrak, kami yang lantang untuk dianggarkan kembali agar pembangunan segera dilanjutkan,” kata Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Dulsiam.

Politikus PKB ini meminta, kontraktor yang mengerjakan proyek senilai Rp 1,4 M itu tuntas paling lambat tanggal 21 Desember 2018 sebagaimana batas akhir penyelesaian proyek. Sebab, pekerjaan proyek tersebut hanya melanjutkan sisa 48 persen dari pekerjaan proyek sebelumnya yang hanya selesai 52 persen hingga akhirnya putus kontrak.

“Putus kontrak pekerjaan pembangunan sebelumnya harus menjadi pengalaman bagi kontraktor yang saat ini. Jangan sampai putus kontrak lagi,” tegasnya.

Pekerjaan proyek RTH Tajamara yang tersisa 48 persen, saat ini ini dikerjakan oleh CV Surya Abadi. Pekerjaan lanjutan mulai dilakukan sejak pertengahan bulan September 2018.

“Kami pastikan bisa menyelesaikan proyek pembangunan ini secara tuntas dan tidak melebihi batas waktu yang telah ditentukan,” kata Tenaga Teknis Lapangan, Feny Diana, dilokasi pembangunan RTH Tajamara.

Sebelumnya, pada tahun 2017, pembangunan RTH Tajamara ini dianggarkan sebesar Rp 3,5 miliar. Namun, kontraktor pelaksana tidak bisa menuntaskan pekerjaan 100 persen hingga batas akhir. Akibatnya, kontraktor itu diputus kontrak dengan pekerjaan selesai 52 persen dan sisanya 48 persen baru dikerjakan tahun 2018 oleh kontraktor lain. (Arifin/Desy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.