Komitmen dr. Erliyati: RSUD Sumenep Dikagumi dan Menjadi Pilihan Utama

  • Bagikan
Komitmen dr. Erliyati RSUD Sumenep Dikagumi dan Menjadi Pilihan Utama
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes (tangkapan layar)

PortalMadura.Com, Sumenep – Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes, terus bekerja keras agar rumah sakit yang dipimpinnya menjadi rumah sakit yang mampu memberikan pelayan prima.

“Menjadi rumah sakit yang dikagumi dan jadi pilihan utama,” kata dr. Erliyati pada Podcast RSUDMA di kanal YouTube RSUD dr. H. Moh. Anwar SUMENEP, diunggah 31 Oktober 2021.

Filosofi orang hidup, kata dia, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Maka, pelayanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar harus semakin baik. Ia juga merujuk pada tema Hari Jadi ke-752 Sumenep, “Masyarakat Sehat, Sumenep Kuat”.

“Kita memang harus fokus bagaimana masyarakat sehat. Kita harus benar-benar melayani dan bukan hanya di lisan saja, tapi ke hati,” ujar Erliyati sambil mengingatkan tagline “Bismillah Melayani”.

“Jadi, apa yang belum optimal, ya saya optimalkan. Misalnya, pelayanan hemodialisa [cuci darah]. Awalnya bangunan [hemodialisa] terlihat kumuh, sekarang bangunannya sudah diakui RS dr Soetomo. Bet ditambah dari 7 menjadi 17,” terangnya.

Saat ini, sudah mampu menangani pasien yang memerlukan hemodialisa yang awalnya harus dirujuk. “Sekarang kita sudah mampu menangani pasien isolasi [yang perlu penanganan hemodialisa],” ujarnya.

Selain itu, RSUD Sumenep sudah mempunyai unit kemoterapi, patologi anatomi dan dokter spesialis. Awalnya, bila ada pasien yang memerlukan kemoterapi perlu dirujuk. “Sekarang kemoterapi bisa dilaksanakan dan tidak harus dirujuk kemana-kemana lagi,” terangnya.

Dulu, kata dia, kasus ortopedi mungkin bisa ditangani oleh dokter umum atau dokter bedah. Sekarang dengan adanya ketentuan yang tidak boleh dilanggar, maka RSUD Sumenep sudah mempersiapkan kebutuhan pasien ortopedi.

“Kami sudah melatih petugasnya ke RS Saiful Anwar Malang dan semuanya dipenuhi oleh pemda. Insyaallah alat-alat untuk ortopedi akan datang dan semua tenaga sudah siap. Termasuk dokternya sudah dikomunikasikan ke Pemprov. Doakan semoga tahun ini dipenuhi,” tandasnya.

dr. Erliyati yang akrab disapa Erli bertugas di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sejak April 2019 atau masa KH. Busyro Karim sebagai bupati. Awal masuk, ia dihadapkan dengan cash flow rumah sakit akibat kondisi BPJS mengalami divisit.

“Alhamdulillah keluar dari persoalan itu [cash flow]. Namun, belum genap satu tahun saya bertugas dihadapkan dengan pandemi Covid-19,” katanya.

Pada awal masa pandemi, RSUD Sumenep mempersiapkan satu ruangan untuk kasus Covid-19. Dalam sepekan, kasus Covid-19 naik sehingga memerlukan tambahan ruangan.

“Maka, ruang paviliun kita sulap menjadi ruang pasien Covid-19 berkapasitas 19. Dan ada dukungan anggaran dari pemerintah,” katanya.

Yang perlu dipahami oleh masyarakat, kata dia, pihaknya tidak untuk bisnis. Tapi, demi memberikan pelayanan yang prima bagi pasien Covid-19. “Ini untuk kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Usaha dr. Erliyati tidak sampai di sini, pada gelombang kedua Covid-19, RSUD Sumenep lagi-lagi membutuhkan tambahan fasilitas, salah satunya tempat pasien. Maka ada penambahan tempat pasien hingga 135 unit.

“Jadi, hampir 50 persen fasilitas rumah sakit dikhususkan untuk pasien Covid-19. Semoga saja tidak ada gelombang ketiga kasus Covid-19. Sampai saat ini tetap dipersiapkan 135 tempat pasien Covid-19,” tandas Erli.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.