Konsumen Bijak, Ini 5 Fakta Tentang Susu Kental Manis yang Perlu Anda Ketahui

Avatar of PortalMadura.com
Konsumen Bijak, Ini 5 Fakta Tentang Susu Kental Manis yang Perlu Anda Ketahui
ilustrasi

PortalMadura.Com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada produsen, importir, dan distributor produk kental manis agar tidak memberikan keterangan menyesatkan di label dan iklan produk mereka.

Bukan hanya itu saja, produsen juga dilarang menampilkan anak-anak di bawah usia 5 tahun untuk pemasaran . Selain itu, dianjurkan untuk tidak menggunakan visualisasi yang mengindikasikan susu kental manis sebagai pelengkap zat gizi atau mengiklankan cara konsumsi susu kental manis dengan diseduh.

Himbauan tersebut dilakukan dalam rangka melindungi konsumen utama susu kental manis, yaitu anak-anak dari informasi yang tidak benar.

Edaran ini tentu saja menerbitkan tanda tanya besar tentang nilai gizi susu yang sudah sering dipertanyakan sejak beberapa tahun lalu. Lantas, apa saja yang perlu dipahami konsumen tentang susu kental manis?. Apakah bahan makanan ini memang berbahaya untuk kesehatan, seperti yang disuarakan oleh banyak pihak?.

Berikut ini lima fakta tentang susu kental manis:

Tidak Sama dengan Susu Evaporasi
Susu kental manis kerap disamakan dengan susu evaporasi. Padahal, keduanya adalah produk yang berbeda. Baik susu kental manis maupun susu evaporasi melalui proses penguapan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan sebagian besar cairan dan menghasilkan produk yang konsistensinya lebih kental.

Walaupun begitu, susu kental manis telah ditambahkan gula yang banyak sebelum mengalami penguapan. Tingkat kekentalannya melebihi susu evaporasi yang tidak mengandung gula tambahan. Warnanya pun tampak lebih gelap.

Sebagian Besar Bahan Dasarnya adalah Gula
Separuh bagian susu kental manis adalah gula. Tujuannya untuk mengawetkan dan meningkatkan konsistentsi produk. Awalnya susu kental manis memang dibuat untuk memberikan kekentalan pada makanan. Selain itu, sebagai pengganti telur pada makanan penutup (dessert) yang bertekstur creamy.

Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) menilai, kandungan gula yang mencapai 50 persen pada produk susu kental manis berpotensi menyebabkan obesitas dan diabetes.

Kalorinya Tergolong Tinggi
Susu kental manis mengandung kalori dalam jumlah besar. Ini dikarenakan kandungan gula yang ada di dalamnya. Pasalnya, sesendok makan susu kental manis mengandung lemak sampai 2 gram. Ini pun lemak jenuh yang berpotensi menyebabkan masalah pada kesehatan kardiovaskuler.

Cairan manis ini juga mengandung protein, walaupun tidak banyak. Kurang lebih hanya 1,5 gram setiap 1 sendok makan. Meskipun begitu, susu kental manis dianggap sebagai opsi yang masih lebih baik daripada krim. Pasalnya krim mengandung sampai 5,5 gram lemak dalam setiap sendok makan.

Selain itu, sebagian besar produsen susu kental manis juga menambahkan vitamin atau zat gizi lain untuk memperkaya nutrisi produk.

Tidak Cocok untuk Bayi
Susu kental manis memang lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa. Tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh bayi, karena bisa menyebabkan diare. Kandungannya berbeda dengan susu formula atau susu sapi biasa.

Bagi anak-anak, susu sapi harus dikonsumsi dalam porsi yang tidak berlebihan. Begitu juga dengan orang dewasa yang ingin menjaga kesehatan jantung dan berat badan.

Apakah Susu Kental Manis Berbahaya untuk Dikonsumsi?
Dari uraian di atas bisa disimpulkan bahwa susu kental manis sebenarnya tidak berbahaya untuk dikonsumsi. Kuncinya adalah porsi sewajarnya untuk konsumen dengan usia yang tepat.

“Susu kental manis tidak masalah dikonsumsi secara proporsional. Tapi kalau sudah berlebih, apapun itu tidak boleh. Prinsipnya seperti itu,” kata pakar gizi dari Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq

“Gula memang tidak boleh dikonsumsi banyak-banyak, tapi dengan catatan semua gizinya sudah terpenuhi,” ujarnya.

Syafiq menambahkan, mengonsumsi susu kental manis tidak akan mengganggu pertumbuhan gizi. Menurutnya, gangguan terhadap tumbuh kembang anak dan asupan gizinya tidak bisa diselamatkan kepada salah satu produksi makanan atau minuman saja.

“Tidak bisa di-generalisir seperti itu, karena pola makan sehat itu mesti dilihat secara keseluruhan dan bukan dari konsumsi tertentu saja. Itu yang disebut pemahaman terhadap keseimbangan zat gizi,” tuturnya.

Perlu diingat, bahwa susu kental manis bukan produk yang dilarang. Hanya saja perlu disikapi dengan lebih bijak dalam mengonsumsinya.

“Terkait SKM ini penting untuk disosialisasikan karena banyak persepsi yang keliru di masyarakat dalam mengonsumsi SKM. SKM tidak dilarang, tapi kita harus bijak dalam mengonsumsinya,” ujar Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Suratmono. (merdeka.com/Salimah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.