Konsumsi 5 Makanan Ini Saat Puasa Untuk Kurangi Nyeri Lambung

sayuran hijau
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Helicobacter pylori.

Saat melaksanakan ibadah puasa menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang mempunyai penyakit asam lambung. Karena salah makan pasti nyeri lambung kan kumat. Namun, ternyata ada beberapa makanan yang bisa Anda konsumsi saat sahur dan berbuka untuk menyembuhkan dan mencegah asam lambung. Makanan apa saja?

Berikut daftarnya:

Madu
Madu bisa memerangi bakteri. Rumah sakit dan klinik terkadang mengoleskan madu pada luka bakar dan luka terbuka lainnya. Tidak hanya memerangi bakteri pada kulit, madu juga bisa menaklukkan H. pylori.

Para peneliti dari Selandia Baru telah menguji madu yang berasal dari bunga Manuka pada bakteri penyebab asam lambung. Mereka menggunakan madu untuk menekan perkembangbiakkan bakteri.

Rekomendasi dosis: Karena penelitian terhadap madu ini masih baru, jadi dosis spesifik belum lagi ditentukan. Namun cobalah untuk mengonsumsi satu sendok makan madu alami di pagi dan malam hari untuk menenangkan perut Anda.

Karena bakteri H.pylori berkembangbiak dalam waktu lama, pastikan Anda tetap mengonsumsi madu beberapa lama setelah simtom asam lambung hilang.

Sayuran Hijau
Brokoli, brussel sprouts, kembang kol, dan kale bisa mencegah naiknya asam lambung. Sayur-sayuran itu mengandung sulforaphane, senyawa yang bisa memerangi H. pylori.

Dalam suatu studi, pasien yang positif memiliki bakteri tadi diminta untuk memakan setengah gelas brokoli dua kali sehari selama seminggu. Tujuh puluh delapan persen dari pasien tadi kemudian dites dan mendapatkan hasil negatif untuk bakteri H. pylori.

Rekomendasi dosis: Walau masih menunggu hasil pasti seberapa banyak sayuran tadi dibutuhkan untuk memerangi asam lambung, cobalah untuk mengonsumsi satu cangkir sayur-sayuran tadi setiap harinya.

Tidak hanya brokoli dan lainnya membantu melawan asam lambung, tapi juga bisa mensumplai vitamin C yang cukup untuk memenuhi dosis harian. Hal ini juga akan membantu Anda memerangi asam lambung.

Rekomendasi dosis: Panduan kesehatan umum menyarankan, mengonsumsi 25 sampai 35 gram serat setiap hari untuk mendapatkan manfaatnya.

Kol
Para peneliti menilai, mungkin karena kol memiliki asam amino glutamin di dalamnyalah yang membuat sayuran ini efektif memerangi asam lambung. Glutamin membantu memperkuat lapisan mucosal di dalam usus, dan meningkatkan aliran darah di perut.

Kedua hal tadi tidak hanya akan mencegah nyeri asam lambung sekaligus penyakit maag, tapi juga mempercepat sembuhnya rasa nyeri yang sudah ada.

Rekomendasi dosis: Makan dua cangkir kol mentah setiap hari. Kalau suka, Anda juga bisa mengonsumsi jus kol mentah. Minumlah sebotol sehari selama tiga minggu untuk lambung yang lebih baik.

Yogurt dengan Bakteri Aktif
Makanan seperti yogurt dan kefir memiliki bakteri baik yang bisa mengalahkan H. pylori, dan bisa membuat nyeri asam lambung dan maag sembuh lebih cepat.

Dalam suatu studi besar di Swedia, orang-orang yang meminum produk susu fermentasi, seperti yogurt, tiga kali seminggu, lebih kecil kemungkinannya terserang asam lambung.

Rekomendasi dosis: Konsumsi yogurt, kefir, atau produk susu fermentasi lainnya secangkir sehari. Hindari produk yang mengandung pemanis buatan, atau yang tidak disertai bakteria aktif.

Makanan Berserat
Buah-buahan, sayur, atau gandum utuh mengandung kadar serat yang tinggi. Serat tidak hanya bisa memperlancar pencernaan, tapi juga bisa mencegah maag dan asam lambung.

Beberapa penelitian telah menemukan, orang yang mengonsumsi diet tinggi serat, memiliki risiko lebih kecil terkena asam lambung. (merdeka.com/Desy)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.