oleh

Konsumsi Rumah Tangga Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Terbesar

PortalMadura.Com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar 2,74 persen terhadap pertumbuhan ekonomi 2018 yang sebesar 5,17 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengumumkan adanya pertumbuhan konsumsi rumah tangga sepanjang 2018 sebesar 5,05 persen. Angka ini menguat dari Tahun 2017 yang saat itu tumbuh sebesar 4,94 persen.

Loading...

Dia menjelaskan pertumbuhan konsumsi rumah tangga terlihat pada penjualan eceran yang tumbuh 4,74 persen pada triwulan IV 2018. Pertumbuhan penjualan eceran ini lebih tinggi dari triwulan IV 2017 yang sebesar 1,77 persen.

“Penjualan wholesale sepeda motor dan mobil penumpang juga mengalami pertumbuhan,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Suhariyanto menambahkan penjualan sepeda motor pada triwulan IV 2018 tumbuh 7,44 persen sementara penjualan mobil tumbuh 5,42 persen.

Menurut dia, penguatan konsumsi rumah tangga juga terlihat dari nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit yang tumbuh 13,77 persen pada triwulan IV 2018 atau menguat dari periode yang sama Tahun sebelumnya sebesar 9,06 persen.

Suhariyanto mengatakan penguatan konsumsi rumah tangga ini juga karena terjaganya tingkat inflasi selama 2018 yang sebesar 3,13 persen, atau di bawah target inflasi Pemerintah 3,15 plus minus 1 persen.

“Harapan kita inflasi rendah ini bisa terulang kembali Tahun ini sehingga daya beli Masyarakat bisa meningkat,” tambah dia. dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (6/2/2019).

Suhariyanto menjelaskan berdasarkan pengeluaran, pembentuk pertumbuhan ekonomi Tahun 2018 selain konsumsi rumah tangga adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB/investasi) yang berkontribusi sebesar 2,17 persen pada pertumbuhan ekonomi 2018.

“Investasi sepanjang 2018 tumbuh 6,67 persen, lebih baik dari 2017 yang tumbuh 6,15 persen,” urai dia.

Penyumbang pertumbuhan ekonomi menurut kelompok pengeluaran lainnya adalah konsumsi Pemerintah yang tumbuh 4,8 persen dan berkontribusi sebesar 0,38 persen pada pertumbuhan ekonomi dan kelompok pengeluaran lainnya menyumbang 0,87 persen pada pertumbuhan ekonomi.

Suhariyanto menambahkan ekspor Indonesia sepanjang 2018 tumbuh lebih rendah dari impor yakni hanya 6,48 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan 1,4 persen.

Sementara impor tumbuh 12,04 persen dan menjadi pengurang pertumbuhan ekonomi sebesar 2,39 persen sehingga membuat net ekspor Indonesia -0,99 persen.

“Net ekspor negatif ini merupakan yang pertama terjadi pada Indonesia sejak Tahun 2016,” tambah dia.

Anadolu Agency
Sumber: Anadolu Agency

Komentar