Korban Bencana Kekeringan Tak Tersentuh Bantuan Air Bersih

Avatar of PortalMadura.com
Kepala BPBD Sumenep Abd Rahman Foto Samsul Arifin 1
Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman (Foto: Samsul Arifin)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum bisa menyalurkan bantuan air bersih ke korban bencana kekeringan di wilayah kepulauan, seperti Desa Saor Saebus dan Sakala, Kecamatan Sapeken. Pasalnya, hingga kini belum ada alat angkut yang bisa membawa air bersih itu ke korban bencana kekeringan tersebut.

“Untuk kekurangan air bersih yang terjadi di Kecamatan Sapeken, kami belum bisa membantunya, karena jaraknya jauh dan belum ada alat angkut yang bisa dipakainya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi, Selasa (4/9/2018).

Kendati demikian, pemerintah daerah telah mengusulkan pengadaan perahu tandong ke pemerintah Provinsi Jatim yang bisa digunakan untuk menyuplai air bersih ke daerah dampak kekeringan di kepulauan itu.

“Untuk jangka panjangnya, kami telah mengajukan pengadaan perahu tandon ke Pemprov Jatim sebagai alat angkut air bersih itu. Sementara ini, warga kepulauan yang mengalami kekurangan air bersih disuplai dari pulau-pulau kecil terdekat lainnya,” urainya.

Berdasarkan data di BPBD setempat, terdapat 27 desa tersebar di 10 kecamatan yang mengalami kekeringan. Dari data tersebut, 10 desa mengalami kering kritis, dan 17 lainnya kering langka.

Kriteria desa kering kritis itu, untuk mendapatkan air bersih warga harus menempuh jarak di atas 3 kilometer. Sedangkan disebut desa kering langka apabila untuk mendapatkan air bersih warga harus menempuh perjalanan 0,5 – 3 kilometer.

Desa yang mengalami kering kritis diantaranya Desa Montornah dan Prancak Kecamatan Pasongsongan, Desa Juruan Daja, Badur, dan Tengedan, Kecamatan Batuputih, kemudian Desa Jangkong dan Desa Batang-batang Daya Kecamatan Batang-batang.

Sedangkan yang mengalami kering langka diantaranya Desa Langsar dan Tanah Merah, Kecamatan Saronggi dan Desa Bantelan dan Larangan Barma Kecamatan Batu Putih. (Arifin/Desy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.