oleh

KPU Pamekasan Selalu Punya Cara untuk Ciptakan Pilkada Damai

PortalMadura.Com, Pamekasan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar deklarasi kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai di Monumen Arek Lancor Pamekasan, Sabtu (21/4/2018) malam.

Dua Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pamekasan hadir dalam kesempatan tersebut. Yaitu paslon nomor urut 1, Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) dan paslon nomor urut 2, KH. Kholilurrahman-Fathorrahman (Kholifah). Keduanya berkomitmen untuk menciptakan kampanye damai disaksikan oleh ribuan undangan yang hadir.

Ada empat komitmen yang disepakati pada deklarasi kampanye damai yang digelar KPU Pamekasan tersebut, pertama adalah siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Kedua, siap melaksanakan kampanye pemilihan daerah tahun 2018 yang damai, demokratis, dan mengedukasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pemilih.

“Ketiga, siap melaksanakan kampanye pemilihan daerah tahun 2018 tanpa hoax, politisasi SARA dan praktik politik uang. Sedangkan pada poin keempat berjanji akan tunduk dan patuh pada berbagai jenis ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Ketua KPU Pamekasan, Moh. Hamzah, Selasa (24/4/2018).

Pada acara tersebut dihadiri oleh penyelenggara pemilu mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa. Perwakilan tim pemenangan masing-masing pasangan calon, perwakilan pengurus partai pengusung, perwakilan tokoh masyarakat dan ulama se Kabupaten Pamekasan. Mereka menyaksikan komitmen dari kedua pasangan calon untuk senantiasa menciptakan situasi yang kondusif dengan kampanye yang damai.

Menurut Hamzah, deklarasi kampanye damai sangat penting digelar sebagai salah satu upaya menciptakan iklim politik santun, tanpa kekerasan, tanpa hoax, SARA dan tanpa politik uang. Karena politik juga sebagai sarana pendidikan kepada masyarakat.

“Deklarasi kampanye damai Pilkada Pamekasan penting digelar sebagai salah satu upaya agar pelaksanaan pilkada bisa berlangsung aman, kondusif dan sesuai harapan. Jadi, deklarasi yang kami gelar ini sebagai bentuk peneguhan komitmen yang perlu diketahui oleh publik dan oleh karenanya pasangan calon kita undang,” tandasnya.

Untuk diketahui, paslon Berbaur didukung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia (Gerindra). Sementara Paslon Kholifah diusung oleh empat gabungan Partai Politik (Parpol). Meliputi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat dan Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Sebenarnya, KPU bukan satu-satunya lembaga yang menyelenggarakan deklarasi kampanye damai, sebab sebelumnya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pamekasan juga melaksanakan hal serupa bersamaan dengan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018. Kemudian disusul oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

“Semakin banyak kelompok masyarakat yang mendeklarasikan komitmennya untuk melaksanakan pilkada damai, maka dorongan untuk melaksanakan pilkada sesuai dengan ketentuan, dan tanpa kecurangan, tentunya akan semakin kuat,” tambah Hamzah.

Pada acara deklarasi yang digelar KPU tersebut ada acara seremoni pelepasan burung merpati yang menandai pelaksanaan kampanye damai. Pelepasan burung merpati tersebut dilakukan oleh Wabup Pamekasan, Khalil Asy’ari, disaksikan oleh Ketua Panwaslu Pamekasan, Abdullah Saidi, dan ribuan undangan yang hadir lainnya.

Menurutnya, komitmen kampanye damai sebetulnya bukan sekadar tugas setiap paslon dan tim sukses masing-masing paslon. Tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat secara umum yang berinteraksi langsung dengan masyarakat lainnya di lapangan. Artinya, komitmen itu harus dijaga dan dirawat secara bersama-sama.

“Instansi terkait seperti Polres Pamekasan menilai, deklarasi damai yang telah digelar selama ini merupakan kegiatan positif untuk menguatkan komitmen kepada masyarakat Pamekasan secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum,” terangnya.

Pilkada serentak yang akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018 seharusnya menjadi wahana pendidikan politik kepada pemuda penerus bangsa, tidak ada sikut-sikutan dengan menyebar kebencian di tengah masyarakat, hanya untuk kepentingan sesaat. Mengingat pesta demokrasi lima tahunan ini merupakan momentum yang sangat vital dalam menentukan pemimpin masa depan.

Hamzah berharap, komitmen dalam deklarasi kampanye damai tersebut dapat dijalankan dengan baik hingga pelaksanaan pilkada. Tentunya tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kegiatan deklarasi kampanye damai ini bukan sekadar seremonial belaka, tetapi jauh lebih penting dari itu adalah pelaksanaan di lapangan bagaimana pemolitikan di Kabupaten Pamekasan lancar dan kondusif, tidak ada salah satu paslon yang merasa dirugikan lantaran adanya kampanye hitam atau black campaign,” tegasnya.

Hamzah memungkasi, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan harga mati bagi setiap bangsa Indonesia, tidak hanya terbatas pada momentum pilkada saja. Oleh karena itu, perlu perhatian khusus dari semua pihak.

“Kampanye damai, tanpa gaduh, tanpa money politik, tanpa hoax, SARA harus menjadi komitmen kita bersama. Terutama kepada setiap paslon yang telah komitmen untuk itu,” pungkasnya. (Marzukiy/Putri)


Komentar