oleh

KPU Sumenep Temukan Warga Enggan Ikut Coklit

PortalMadura.Com, Sumenep – Komisioner KPU Sumenep, Jawa Timur, Deki Prasetia mengaku PPDP sering menemukan warga yang enggan dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk data pemilih Pilkada Serentak 2020.

Saat mendatangi rumah warga, PPDP dibenturkan atau sering dikira petugas Satgas Covid-19. Sebab, mereka menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. “Mungkin dikira petugas penanganan Covid-19,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Pihaknya berharap, warga lebih partisipatif atas coklit yang dilakukan PPDP guna merampungkan data pemilih pada Pilkada Sumenep, 9 Desember 2020.

Menurut pria yang juga Divisi Hukum KPU Sumenep ini, PPDP bekerja ganda yakni butuh waktu untuk memberikan pemahaman pentingnya coklit bagi warga yang didatangi secara langsung ke rumah masing-masing.

Saat PPDP tetap mengalami kendala, maka pihaknya meminta agar melakukan koordinasi dengan pihak RT/RW atau aparat lainnya. “Untuk di desa, bisa koordinasi dengan kepala dusun atau kepala desa,” terangnya.

Pihaknya optimis coklit akan selesai sesuai dengan tahapan Pilkada Serentak 2020. Selama ini, komunikasi dengan berbagai pihak terus dilakukan.

“Seperti tokoh masyarakat, tokoh agama maupun pejabat publik di daerah,” katanya.(*)

Penulis : Taufikurrahman
Editor : Oktaviana Dwi KK
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE