oleh

Kualitas Jelek, Petani Tolak Bantuan Geomimbran

PortalMadura.Com, Pamekasan – Petani garam di Dusun Trokem, Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur menolak bantuan Geomimbran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, lantaran kualitasnya jelek.

Sarkawi, salah satu petani garam menuturkan, bantuan alat untuk memperbaiki kualitas garam itu tidak sesuai dengan kebutuhan, selain tipis, geomimbran yang diberikan tidak sesuai dengan luas lahan garam milik petani.

“Ukurannya hanya 0,2 m, sementara geomimbran pada umumnya berukuran 0,7 m. Jika dipaksakan untuk dipakai, maka tidak akan bertahan lama. Justru hanya membuat petani repot,” katanya, Senin (22/6/2015).

Menurutnya, di daerah itu sekitar ada 15 petani garam yang mendapat bantuan dari pemerintah. Dari semua petani tersebut menginginkan pemerintah mengganti dengan alat baru yang lebih tebal agar lebih bermanfaat untuk produksi garam selanjutnya.

“Kalau geomimbran seperti ini mungkin hanya berumur dua tahun, sementara Geomimbran biasanya sampai 10 tahun. Tentu ada perbedaan yang sangat jauh, artinya pengadaan alat ini tidak sesuai dengan keinginan petani,” tandasnya.

Bantuan geomimbran tersebut untuk meningkatkan kualitas produksi garam petani di Pamekasan yang diharapkan memiliki dampak besar terhadap ekonomi masyarakat. Namun, karena bantuan yang ada tidak sesuai, petani sepakat untuk menolaknya. (Marzukiy/choir)


Komentar