Kumuh dan Becek Melekat di Pasar Tradisional Bangkalan

Pasar Blega Bangkalan
dok. Pasar Blega Bangkalan (Foto. Laman Facebook)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Bangkalan – Pasar tradisional di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, masih menyandang predikat kumuh dan becek setiap kali musim hujan.

Kondisi infrastruktur pasar dan kebersihan terpantau kurang diperhatikan oleh semua pihak. Pembeli maupun pedagang pun sangat dirugikan.

Hanya pasar Ki Lemah Duwor, di Jl. Halim Perdana Kusuma, Kota Bangkalan dan Pasar Galis yang lumayan memenuhi kenyamanan masyarakat.

Menanggapi kondisi pasar tradisional tersebut, Pemerintah Daerah berusaha melakukan hal ini.

Disampaikan Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bangkalan, Budi Utomo.

“Yang jelas kesannya pasar tradisional itu kumuh, becek, bau dan semacamnya. Maka ke depan kita mencoba melakukan revitalisasi pasar, agar kesannya nyaman bagi pengunjung dan pembeli serta pedagang,” kata Budi, Minggu (9/12/2018).

Baca Juga:  Seni Kriya Sebagai Unggulan, Sumenep Resmi Masuk Ekosistem Kabupaten Kreatif Indonesia

Jumlah pasar tradisional di Bangkalan mencapai 29 lokasi dan tersebar di seluruh kecamatan. Pihaknya merencanakan revitalisasi pasar tersebut pada tahun 2019.

“Revitalisasi itu tidak semua, karena keterbatasan anggaran, maka akan dilakukan bertahap,” terangnya.

Pada tahun anggaran 2019, pihaknya telah mengajukan 10 pasar tradisional prioritas untuk dilakukan revitalisasi.

Meliputi, Tanah Merah, Blega, Kedungdung, Modung, Socah, Kwanyar, Tanjung Bumi, Sepuluh, Arosbaya dan Klampis.

“Tapi belum tau apakah bisa terealisasi semua atau tidak,” ucapnya.

Menurutnya, pengajuan tersebut tidak hanya kepada pemerintah daerah, melainkan pada Pemerintah Pusat.

“Kita belum tau mana yang memenuhi kriteria,” pungkasnya. (Imron/Salimah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.