Kutikula Kasar dan Mengelupas? Ini 5 Penyebabnya

Rewriter: Desy WulandariRujukan: popmama.com
Kutikula Kasar dan Mengelupas? Ini 5 Penyebabnya
Ilustrasi (Meramuda)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Kutikula merupakan kulit mati yang tampak di pangkal kuku. Fungsinya melindungi matriks kuku dari bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Area ini sangat halus, namun bisa kering, rusak dan terinfeksi.

Oleh karena itu, sangat penting merawat dan menjaga kutikula tetap bersih. Perlu Anda tahu, ternyata ada beberapa penyebab kutikula menjadi kasar. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman popmama.com, berikut ini penjelasannya:

Pola Makan Tidak Seimbang dan Kekurangan Nutrisi

Kutikula merupakan kulit transparan yang terletak di atas dan di sekitar pangkal kuku. Namun, jika mengalami kondisinya yang kasar, bisa jadi Anda sedang tidak mendapat banyak asupan nutrisi.

Nah, salah satunya adalah kurangnya asupan vitamin B kompleks. Terutama biotin, kalsium dan zinc. Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan kuku dan kutikula yang mudah rapuh.

Kutikula merupakan kulit mati yang bisa dilihat seseorang di pangkal kuku. Kekurangan zinc membuat kutikula menjadi meradang. Paronychia pun terjadi ketika ada infeksi di sekitar kuku.

Tidak Menjaga Kelembapan Kutikula dengan Petroleum Jelly

Anda sedang memikirkan kondisi kutikula yang sedang tidak membaik?

Baca Juga:  Ternyata Ini 5 Hal Penyebab Rambut Berubah Warna dan Tekstur

Tahukah Anda, bahwa kurangnya menjaga kelembapan kutikula menyebabkannya jadi mudah kasar. Padahal Kutikula merupakan bagian dari kulit yang harus dijaga kelembapannya, lho.

Agar tidak kering dan semakin parah, maka sangat penting untuk membuat kutikula agar tetap lembap. Tapi sebaiknya gunakan produk pelembab yang kental. Salah satunya berupa krim atau petroleum jelly dalam merawat kutikula.

Sering Terkena Paparan Produk Aseton

Tangan, kuku dan kutikula dapat mengering karena memakai produk yang mengandung aseton. Bahwa paparan aseton menyebabkan kuku, kutikula dan kulit di sekitarnya menjadi kering.

Ya, bahan aseton memiliki efek besar pada kulit kutikula. Penggunaannya yang terlalu sering membuat kulit kutikula akan kasar, retak dan terkelupas. Dengan demikian, beristirahat sejenak dari penghapus cat kuku tersebut.

Aseton bisa berpotensi merusak kuku dan kutikula. Banyak orang tidak menyadari bahwa kerusakan yang dilakukan pada kuku bukan dari cat kuku, melainkan dari penghapusnya.

Mengikis dan Menghilangkan Kutikula dengan Sengaja

Ingat, kondisi kutikula yang kasar dan mengelupas disebabkan karena mengikisnya. Hal ini biasa dilakukan saat perawatan kuku di salon manicure and pedicure. Terutama ketika menghilangkan kutikula dengan sengaja, ini memiliki efek besar pada kulit kutikula.

Baca Juga:  Hilangkan Komedo dengan 7 Bahan Alami Ini

Tidak ada alasan bagus untuk menanggalkan kutikula. Memotongnya bisa membuka pintu infeksi atau iritasi. Jika menghapus kutikula, ruang itu terbuka lebar dan apa pun bisa masuk ke sana.

Bahkan melakukannya juga menyebabkan masalah kuku seperti tonjolan, bintik putih atau garis putih. Apalagi saat Anda mendapatkan infeksi bakteri di daerah itu, maka akan menghambat pertumbuhan kuku.

Memiliki Kebiasaan Menggigit Kuku

Anda memiliki kebiasaan menggigit kuku?

Ingatlah, bahwa mulut adalah area yang kotor dan air liur adalah enzim yang merusak kulit. Termasuk membuat bagian kutikula menjadi mudah kasar dan menginfeksinya, lho.

Menggigit kuku kronis (onychophagia) tidak mungkin menyebabkan kerusakan kuku terbentuk di dasar kuku tepat di bawah kutikula berbentuk U.

Itulah 5 penyebab kutikula menjadi mudah kasar. Pastikan peralatan kuku di rumah dilakukan pembersihan dengan alkohol dan pembilasan air panas, ya!


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.