Ladies, Kenali Manfaat dan Risiko Paparan Sinar Matahari untuk Kulit

Ladies, Kenali Manfaat dan Risiko Paparan Sinar Matahari untuk Kulit
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Bagi Anda yang sering kali berada di luar ruangan, penting untuk mengetahui manfaat dan bahaya yang bisa ditimbulkan dari paparan sinar matahari bagi kulit.

Karena, dengan begitu Anda bisa tahu batasannya, cara mencegah dan bagaimana mengatasinya. Lantas, apa saja manfaat dan risiko paparan sinar matahari bagi kulit?.

Berikut penjelasannya:

Manfaat Sinar Matahari untuk Kulit
Sinar matahari tidak hanya menghangatkan tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan kulit Anda. Paparan sinar matahari di pagi hari memicu reaksi kimia dan metabolik di dalam tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Vitamin yang satu ini tidak hanya baik untuk menjaga tulang tetap kuat tetapi juga bagus untuk kesehatan kulit.

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), paparan sinar matahari membantu mengatasi berbagai masalah kulit seperti psoriasis, jerawat, eksim, dan infeksi jamur. Mengapa bisa begitu?. Ini karena vitamin D yang dihasilkan dari paparan sinar matahari memiliki sederet kegunaan.

Vitamin D memiliki sifat antimikroba dan juga antiperadangan. Dengan begitu mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup setiap hari mampu meringankan berbagai masalah kulit seperti jerawat dan juga psoriasis. Sinar matahari sebelum jam 9.00 pagi terutama sangat bagus untuk kesehatan kulit Anda. Cukup berjemur selama kurang lebih 15 menit setiap pagi untuk mendapatkan manfaatnya.

Baca Juga:  Hilangkan Komedo dengan 7 Bahan Alami Ini

Bahaya Paparan Sinar Matahari Berlebih pada Kulit
Selain memiliki manfaat, sinar matahari juga berisiko menimbulkan berbagai masalah pada kulit terutama karena paparannya yang berlebih, seperti:

Kulit Terbakar
Paparan sinar matahari berlebih bisa menyebabkan kulit mengalami kondisi yang disebut dengan istilah sunburn atau terbakar. Biasanya kondisi ini disebabkan karena Anda mengalami sengatan matahari secara langsung dalam waktu yang lama.

Kulit akan menunjukkan tanda-tanda terbakar setelah empat hingga lima jam setelah tepapar sinar matahari. Saat mengalami sunburn biasanya Anda akan mengalami berbagai gejala seperti kulit kemerahan, nyeri, pembengkakan, melepuh, dan berkerak.

Memunculkan Tanda-tanda Penuaan
Paparan sinar matahari berlebih biasanya membuat kulit Anda mengalami berbagai perubahan dari mulai warna hingga teksturnya. Pasalnya, seiring dengan berjalannya waktu, sinar UV dapat merusak serat-serat di kulit yang disebut elastin. Ketika serat ini rusak maka kulit akan mengendur dan meregang.

Baca Juga:  Gunakan 4 Warna Rambut Ini untuk Kulit Kuning Langsat

Tidak hanya itu, paparan sinar UV berlebih juga menyebabkan kulit mengalami bintik putih dan juga gelap. Selain itu, Anda juga akan merasakan kulit yang lebih kasar dari biasanya dan juga kering. Saat terlalu kering, kulit akan mudah keriput sehingga Anda akan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya.

Meningkatkan Risiko Kanker Kulit
Sinar UVB pada cahaya matahari selain menyebabkan kulit terbakar juga dapat merusak DNA dan menekan sistem kekebalan kulit. Sementara sinar UVA dapat menembus dan merusak membran sel kulit serta DNA di dalamnya.

Kerusakan yang berkembang selama bertahun-tahun ditambah dengan pertambahan usia meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma ganas. (hellosehat.com/Putri)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.