oleh

5 Langkah Melatih Bayi Duduk dengan Cepat

PortalMadura.Com – Senang rasanya melihat si kecil terus mengalami kemajuan dalam setiap perkembangan motoriknya. Salah satunya, ketika ia bisa duduk. Pada umumnya, bayi sudah bisa dibantu duduk, dengan cara ditopang di bagian bawah ketiak, di usia 3-5 bulan.

Setelah itu, seiring dengan perkembangan otot leher, tubuh bagian atas, dan punggungnya, bayi bisa belajar duduk sendiri.

Perkembangan motorik kasar pada setiap bayi umumnya tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya. Namun para orang tua jangan lantas berkecil hati apabila buah hatinya belum bisa mengikuti perkembangan bayi lainnya lalu diam saja tanpa usaha. Karena keterampilan duduk pada bayi itu perlu diasah dan dilatih agar otot-ototnya menjadi lebih siap.

Melatih Bayi Duduk dengan Cepat

Dilansir dari laman Popmama.Com, Selasa (8/9/2020) berikut cara melatih bayi supaya lebih cepat duduk.

Awali dengan Tummy Time

Ketika bayi sudah bisa tengkurap, mengangkat kepala, dan mampu menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan, maka itu bisa jadi pertanda ia sudah siap belajar duduk.

Ketiga gerakan tersebut, selain membantu menguatkan seluruh otot tubuh, juga bermanfaat memperkuat otot leher, tubuh bagian atas (otot perut), dan tulang belakang bayi.

Pastikan Bayi Tetap Nyaman Saat Tummy Time

Awalnya pasti bayi merasa tak nyaman berlama-lama dalam posisi tengkurap. Namun posisi ini sangat penting bagi bayi untuk menguatkan otot-otot tubuhnya, yang nantinya akan berguna untuk belajar duduk.

Agar ia lebih nyaman, Anda bisa menengkurapkan bayi di dada Anda dengan wajah saling berhadapan. Cara lainnya, gunakan bantal menyusui dengan memposisikan kepala dan tangan bayi di atas bantal.

Duduk di Kursi Bayi

Ketika bayi sudah bisa mengangkat kepalanya, Anda bisa mendudukkan ia di kursi bayi, tempat tidur atau tempat lainnya dengan permukaan yang rata.

Gunakan bantal menyusui atau beberapa bantal di sekitar bayi untuk menjaga tubuhnya tetap dalam posisi duduk tegak.

Melatih Keseimbangan

Si Kecil perlu belajar keseimbangan sebelum ia benar-benar bisa duduk sendiri. Walaupun otot-otot tubuhnya sudah mampu menopangnya untuk duduk, namun ia butuh lebih dari itu.

Keseimbangan ini untuk mencegah masalah neuromuskular (ketidakmampuan sistem saraf dan otot bekerja sama sebagaimana mestinya). Gangguan ini bisa diatasi dengan sistem kerja otak yang baik juga. Jadi, sebelum bayi belajar duduk, otaknya perlu memahami untuk apa ia duduk.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mendudukkan bayi di kursi bayi atau sudut sofa agar ia tahu seperti apa rasanya duduk. Cara yang lebih aman, pangku ia dengan posisi saat Anda duduk bersila.

Cara Lain yang Bisa Anda Lakukan

Anda bisa melatih bayi belajar duduk dengan memposisikan bayi tidur terlentang, lalu tarik kedua tangannya hingga posisinya duduk. Awalnya ia akan terhuyung, jadi lakukan ini secara rutin dan penuh kesabaran.

Lakukan gerakan ini di depan cermin, sehingga bayi bisa melihat dirinya melakukan hal itu dan termotivasi melakukannya lagi. Ketika bayi sudah lebih pintar, Anda bisa memposisikan bayi dalam posisi duduk dengan kedua tangannya berada di depan tubuhnya. Posisi ini akan membantu bayi menopang tubuhnya sendiri tanpa bantuan Anda.

Bila kedua tangannya belum cukup kuat menahan tubuhnya sendiri, bantu ia dengan menyelipkan kedua tangan Anda di bawah ketiak bayi guna menopang tubuhnya.

Rewriter : Oktaviana Dwi K. K
Sumber : popmama.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE