oleh

Layanan Error di BRI Sumenep, TPG 2 Hari Tersendat

PortalMadura.Com, Sumenep – Layanan sistem di BRI Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami error sejak, Senin-Selasa (5-6/5/2014), sehingga berdampak pada pencairan dana Tunjungan Profesi Guru (TPG) tahun 2013 dan 2014.

Badri (41), salah satu guru TK asal Desa Bakeong, Kecamatan Guluk- Guluk, Sumenep, mengaku dua hari bolak-balik dari sekolah ke BRI Cabang Sumenep untuk mencairkan dana TPG. Namun, dana tersebut tidak bisa dicairkan karena ada masalah layanan di BRI.

“Saya harus pulang tanpa membawa dana TPG. Padahal, sudah dinanti sejak tujuh (7) bulan,” kata Badri, Rabu (7/5/2014).

Dia menjelasnakan, pembayaran honor guru sertifikasi tidak tetap jadwalnya. Pernah dibayarkan satu tahun sekaligus, enam bulan sekali, atau per tiga bulan. “Ya seperti itu sistem pembayarannya. Besarnya hanya satu juta lima ratus perbulan, tapi pencairannya tidak setiap bulan,” terang Retno (40), guru sertifikasi asal TK Aswaja Kecamatan Ambunten.

Tersendatnya layanan di BRI Cabang Sumenep tersebut dialami ratusan guru. Akibatnya, membuat ratusaan guru merasa kecewa dan mencemooh petugas bank. Bahkan hujatan dari mereka tak terbendung. Layanan pada nasabah umum pun juga terjadi.

“Mulai Senin hingga Selasa kemarin, syistem layanan di BRI mengalami masalah, tapi mulai sekarang layanan sudah membaik dan para nasabah sudah bisa mencairkan dananya,” kata Agus Ahdiyat, Kepala Cabang BRI Sumenep.

Ngadatnya syistem layanan di BRI, bukan unsur kesengajaan dari oknum petugas BRI maupun intimidasi dari pihak lain. Melainkan memang syistem jaringan layanan sedang error, sehingga untuk mengakses data nasabah sangat sulit.

“Ini bukan unsur kesengajaan dari petugas kami, atau ada intimidasi dari pihak lain untuk mencairkan dana TPG, melainkan memang jaringanya yang mengalami masalah sejak kemarin,” sambungnya.

Sementara jumlah guru sertifikasi yang dananya masuk ke kas BRI Sumenep, sebanyak 2.731 orang, dengan total dana sebesar RP 25.173.900.784,-. Dana TPG dari pemerintah pusat oleh pemerintah daerah disaalurkan melalui 3 bank yang dipercaya, seperti BRI, BCA, dan BNI.

“Kami kebagian jatah 2.731 orang, dengan total dana sebesar RP 25.173.900.784,-. Sedang ratusan orang guru sertifikasi mencairkan dana TPGnya melalui bank lain yang juga mendapat kepeercayaaan dari pemerintah,” beber Ika Yuliana, superpaiser BRI Sumenep.

Disinggung mengenai pemberian layanan yang diberikan petugas BRI kepada guru sertifikasi yang dikatakaan acuh tak acuh, Ika membantah tudingan tersebut. Bahkan petugas BRI bekerja hingga larut malam untuk memberikan layanan pada nasabah, apalagi guru sertifikasi  yang sudah bolak balik ke BRI untuk mencaikan dana TPG.

“Layanan kami sudah maksimal bagi semua nasabah, apalagi bagi sertifikasi yang ingin mencairkan dana TPGnya, tidak benar jika ada yang mengaatakan layanan kami pada nasabah acuh tak acuh,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumenep, A. Shadik, membantah tidak cairnya dana TPG hingga dua hari, lantaran ada intruksi dari Dinas Pendidikan. Dana TPG dari pusat sudah masuk ke rekening masing-masing guru dan sudah bisa dicairkan melalui bank yang ditunjuk pemerintah.

Informasi yang berkemabang, dana TPG tahun 2014, mencapai Rp 172.324.164.000. Dengan rincian Kekuragan Pembayaran tahun 2013, Rp 18.214.872.100,  sisa dana TP Guru PNSD direkening umum kas daerah Rp 27.569.088.087, penyaluran triwulan pertama Rp 36.065.379.000, penyaluran triwulan kedua Rp 45.419.595.000, penyaluran triwulan ketiga Rp 45.419.000, dan penyaluran empat Rp. 45.419.595.000.(udien/htn)

-
-

Komentar