oleh

Legen Masih Digunakan sebagai Perekat Bangunan Masjid

PortalMadura.Com, Sumenep – Para pekerja dan takmir Masjid Jamik Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur sempat dipusingkan dengan bahan perekat untuk campuran bahan bangunan dikala melakukan pemeliharaan, semisal dinding bagian dalam.

“Semua bahan perekat yang ada di toko tidak mampu menyatukan dengan bangunan lama. Baru selesai dikerjakan, pasti mengelupas,” kata Husin Satriawan, Ketua Takmir Masjid Jamik Keraton Sumenep, Senin (20/10/2014).

Ia mengaku sempat kebingungan mencari solusi. Sehingga membuka sejarah lama tentang Masjid Jamik Keraton Sumenep yang mulai dibangun pada tahun 1779 Masehi dan selesai 1787 Masehi.

“Alhamdulillah, saya menemukan literatur. Ternyata, bahan bangunan lama dicampur dengan legen (air yang dihasilkan dari pohon siwalan, red). Lalu, saya mencari legen ke wilayah Dungkek dan Pragaan,” terangnya.

Bahan bangunan yang dicampur dengan air legen akhirnya mampu mengatasi kesulitan para pekerja.

Pada tahun 2002, dinding masjid bagian dalam sempat dibongkar, hingga terjadi hal tidak nyaman dengan sejumlah pihak. Tujuannya, dinding akan diganti dengan bahan keramik. “Waktu itu, sebagian dinding masjid sudah dibongkar. Namun, takmir tetap berusaha mengembalikan seperti bangunan semula,” katanya.(htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE