oleh

Legenda Terbentuknya Pulau Madura

PortalMadura.Com – Pulau Madura yang saat ini terdiri dari empat (4) Kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Kabupaten Sumenep, secara geografis masuk wilayah Jawa Timur, Indonesia.

Penamaan Madura mempunyai legenda tersendiri. Asal usul penamaan Madura berawal dari pembuangan seorang putri raja, Raden Ayu Tunjung Sekar, karena hamil tanpa suami.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Pengakuan pada raja. Putri hamil setelah bermimpi didatangi bulan purnama. Namun, alasan putri tidak dipercaya oleh raja. Sang putri pun mempersilahkan patih untuk membunuhnya.

Keajaiban terjadi. Pedang yang digunakan Patih tidak menyentuh sedikit pun ke tubuh putri. Secara diam-diam, raja membuat rakit dan menyuruh putrinya melarikan diri.

Pada saat purnama tiba, Raden Ayu Tunjung Sekar melahirkan bayi laki-laki dan diberi nama Raden Segara (Raden Segoro). Nama Segara (sagare), adalah laut. Setelah sampai di darat, bayi yang baru dilahirkan itu, sudah bisa berjalan bahkan berlarian.

Raden Ayu Tunjung Sekar akhirnya menemukan pohon besar yang terdapat sarang lebah. Keajaiban kembali dialami putri. Lebah-lebah itu menyingkir dari sarangnya dan memberi kesempatan pada putri dan anaknya untuk meminum madunya.

Putri akhirnya memberi nama Madu Ara-ara. Artinya, madu ditengah yang lapang. Yang disingkat menjadi nama Madura.

Sebagian warga Madura, petilisan (bekas) persinggahan Raden Segara ada di wilayah Kabupaten Sampang, tepatnya di hutan Kera Nepa, Desa Nepa, Kecamatan Banyuwates. Saat ini, tempat tersebut menjadi salah satu destinasi wisata Kabupaten Sampang.

Di tengah hutan kera nepa tersebut, terdapat pohon besar yang diberi bendera merah putih oleh warga.

 

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar