oleh

Legislator, Potensi Ekonomi Desa Banyak Tak Tergarap

PortalMadura.Com, Sumenep – Banyak potensi desa di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dinilai banyak tak tergarap oleh para pemuda maupun pemerintah daerah.

Salah seorang legislator Sumenep, Nurus Salam mencontohkan, salah satunya adalah potensi pisang yang masih ditanam secara sporadis tanpa dikelola dengan profesional.

“Tanaman pisang, bila dikelola dengan baik akan menghasilkan banyak uang,” kata politisi Partai Gerindra ini, pada acara diskusi kelompok Pemuda Laskar Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Minggu (22/5/2016) malam.

Ia pun menganalisa, jika dalam 1 hektar lahan tanaman pohon pisang mencapai 1.000 pohon dengan asumsi 50×50 cm kebutuhan per lubang tanam, maka pada tahun pertama akan menghasilkan keuntuhan kisaran Rp50 juta.

“Harga buah pisang pertandan kisaran Rp50 ribu kalikan 1.000 tandan. Hasilnya kan sudah mencapai Rp50 juta,” urainya.

Menurutnya, pada tahun kedua akan jauh lebih besar penghasilan yang akan diperoleh. Caranya, pada tahun pertama harus diatur rumpun pohon pisang yang baru tumbuh.

“Dalam satu rumpun jangan sampai lebih empat pohon. Setiap rumpun itu akan panen tiga bulan sekali. Maka dalam satu tahun bisa panen antara tiga sampai empat kali,” ucapnya.

Maka pada tahun ketiga dan seterusnya minimal bisa menghasilkan uang Rp150 juta sampai Rp200 juta pertahun. Padahal, jika hanya ditanami jagung belum tentu menghasilkan uang sampai Rp50 juta per tahun.

“Pohon pisang itu tidak akan mati jika belum memberi manfaat. Nah! Ini yang perlu dipikirkan oleh pemuda saat ini,” katanya.

Saat ini, sambungnya, belum ada pengusaha muda yang mau berfikir tentang potensi yang ada di sekitarnya. Padahal, potensi lain masih banyak yang bisa digarap. “Jadi, jangan pernah takut untuk memulai. Semuanya pasti ada berjalan dengan baik bila doa diserta dengan berusaha,’ tandasnya.(Hartono)


Komentar