oleh

Libatkan 4 Ribu Orang, Sumenep Siap Gelar Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia

PortalMadura.Com, Sumenep – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dinyatakan telah siap menjadi tuan rumah Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia yang diselenggarakan oleh Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN).

“Hasil koordinasi kami dengan bapak Bupati, Sumenep sudah siap dan layak menjadi tuan rumah festival yang akan melibatkan masyarakat ASEAN,” terang Sekretaris Jenderal FSKN, Dra. Hj. RA Yani S Kuswodidjoyo di Sumenep, Jumat (29/9/2017) malam.

Selamat Ibadah Puasa

Festival tersebut dijadwalkan berlangsung bulan Oktober 2018. Selama kegiatan, setidaknya ada 12 negara yang akan hadir atau melibatkan 4 ribu orang. “Ada juga peninjau yang dari Belanda, dan pernah datang juga dari Amerika bersama televisi internasional dan media cetaknya,” katanya.

Dijelaskan, bahwa kemasan kegiatan tersebut, antara lain, musyawarah, saresehan para raja, sultan, pangeran, ratu se-Nusantara, seminar nasional tentang budaya, kirap agung yang menampilkan dari semua keraton, pameran benda pusaka, dan kesenian dari masing-masing keraton.

“Kami butuh waktu minimal lima hari di Sumenep untuk menyelesaikan rangkaian Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia itu,” ujarnya.

Kenapa Sumenep Dinilai Layak Jadi Tuan Rumah?

Yani S Kuswodidjoyo menegaskan, satu-satunya keraton di Jawa Timur yang masih ada dan utuh serta jelas ada sejarahnya adalah Keraton Sumenep. “Jadi Sumenep layak jadi tuan rumah dan saya nyatakan sudah siap menggelar acara itu,” katanya.

Menurutnya, Sumenep masih memiliki keraton dan keratonnya ada, peninggalan pusakanya, budayanya, serta keturunannya, termasuk masyarakat adatnya ada. “Ini semuanya ada di Sumenep,” tandasnya.

Bahkan, fasilitas yang dibutuhkan selama kegiatan tersebut, Sumenep dinilai sudah siap. Apalagi disusul dengan beroperasinya Bandara Trunojoyo. “Bandara ini sangat mendukung pada kegiatan kami, dan ini senada dengan program Visit Sumenep 2018,” pungkasnya.

Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia yang akan ditempatkan di Sumenep merupakan yang kelima kalinya setelah sebelumnya di Bali, Lombok, Kendari, dan Bandung.(Hartono)


Komentar