Madrasah Wajib Gelar Pondok Ramadan 2022

Penulis: TaufikurrahmanEditor: Desy Wulandari
Madrasah Wajib Gelar Pondok Ramadan 2022
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kabupaten Sumenep Chaironi Hidayat (Foto: Taufikurrahman@portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Sumenep, Madura, Jawa Timur mewajibkan seluruh madrasah di Sumenep menggelar Pondok Ramadan 1443 H/2022 M.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep Chaironi Hidayat menjelaskan, kegiatan pondok Ramadan itu tertuang dalam SE nomor B.875./Kk.13.23/2/PP.00/3/2022 tentang pelaksanaan pondok Ramadan 2021/2022.

“Itu diwajibkan bagi lembaga di bawah naungan Kemenag mulai dari tingkatan MA, MTs, MI maupun RA Negeri/Swasta,” katanya, Selasa (12/4/2022).

Adapun materi yang menjadi target pada pelaksanaan Pondok Ramadan, di antaranya tadarus Alquran, Fiqih ibadah yang meliputi (thaharah, salat, puasa dan zakat) dan kajian Islam moderasi beragama (Islam Rahmatan Lil Alamin).

Menurutnya, materi tersebut merupakan dasar penguatan keagamaan yang harus ditanamkan sejak dini bagi para siswa/siswi dilingkungan kementerian agama.

Baca Juga:  Banjir Rob Landa Desa Kertasada Sumenep

Targetnya kata dia, seluruh peserta didik dapat memahami apa yang menjadi pembahasan pokok melalui tenaga pengajar di masing-masing lembaga.

“Guru wajib menyampaikan sesuai dengan materi itu. Tidak hanya pada penyampaian materi melainkan diharuskan pada praktik sehingga peserta didik memahami betul terkait materi itu,” ujarnya.

Kemudian tenaga pengajar di masing-masing lembaga wajib melaksanakan tindak lanjut dari pondok Ramadan. “Artinya materi itu tidak cukup disampaikan pada saat Pondok Ramadan. Tetapi setelahnya, wajib melakukan tindak lanjut agar kemudian materi itu melekat dan benar-benar diterapkan oleh peserta didik,” katanya.

Evaluasi dari pelaksanaan Pondok Ramadan juga perlu dilakukan. Sebab, ketika itu tercapai maka perlu dilanjutkan pada tahun berikutnya. Jika sebaliknya, ini akan menjadi catatan bagi lembaga untuk diperlukan sebuah evaluasi.

Baca Juga:  Kajati Jatim Bangga ‘Rumah Restorative Justice Unija', Ini Syarat Kasus Yang Bisa Ditangani

“Jangan sampai kegiatan ini tidak berbuah hasil. Karena ketika itu tidak berhasil akan menjadi catatan khusus bagi kami bahwa lembaga tersebut tidak serius dalam menjalankan kewajibannya sebagai pendidik,” tegasnya.(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.