oleh

Madura FC Akui Kesulitan Bobol Gawang Persiwa Wamena

PortalMadura.Com, Sumenep – Tim sepakbola Madura FC asal Sumenep, Madura, Jawa Timur mengakui sempat kesulitan untuk membobol gawang lawan Persiwa Wamena pada laga kandang, Minggu sore (6/5/2018), pekan ketiga Liga 2 Indonesia.

“Tim lawan kita akui merupakan tim yang bagus dan ngotot dan selalu menyerang. Sedangkan kekuatan pemain Madura FC belum kembali sempurna pasca laga tandang melawan PSS Sleman,” kata Pelatih Madura FC, Salahuddin.

Menurutnya, pada babak pertama masih mempelajari kelemahan lawan sehingga sama-sama tidak mencetak gol. Namun, pada babak kedua mulai menemukan peluang mencetak gol.

“Pemain Imam Budi Hernandi dikeluarkan dan digantikan Bayu Firmansa akhirnya baru bisa mengatur ritme permainan. Dan terbukti membuahkan hasil,” ujarnya.

Ia juga menekankan pada pemain Madura FC, jika ingin menang tidak cukup satu, dua kali atau tiga kali menang, tetapi harus terus berusaha dan kompak. “Dan yang paling penting adalah menjaga kondisi dan mental pemain,” tandasnya.

Pada laga kandang kedua kalinya melawan Persiwa Wamena, Madura FC menang 2-0.

Baca : Madura FC vs Persiwa Wamena, ‘Badai Pegunungan’ Tumbang

Madura FC tercatat menang 2 kali pada laga kandang yang sebelumnya melawan PSIM Yogyakarta, Kamis sore (26/4/2018) dengan skor 3-1 dan menang 1 kali pada laga tandang, Rabu sore (2/5/2018) melawan PSS Sleman dengan skor 2-1.

Tim sepak bola kebanggaan masyarakat Madura ini tergabung dalam Grup Wilayah Timur bersama 11 klub lainnya dalam Liga 2 Indonesia 2018. Pada kompetisi laga perdana menghadapi PSIM Jokjakarta.

Sedangkan 11 tim yang bergabung dengan Madura FC di Grup Wilayah Timur Liga 2 Indonesia 2018, yakni PSIM Jogja, PSS Sleman, Blitar United, Persigo Semeru FC, Martapura FC, PS Mojokerto Putra, Persiba Balikpapan, Persiwa Wamena, Kalteng Putra, Persegres Gresik United, dan PSBS Biak.(Hartono)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.