oleh

Madura Provinsi, Darul : Orang Madura mutlak menjadi dalang bukan wayang

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Darul Hasyim Fath mengungkapkan, gagasan Madura menjadi provinsi merupakan upaya untuk memerdekakan Madura dan tidak ada sangkut pautnya dengan dunia perpolitikan.

“Jadi, gagasan tentang Madura menjadi provinsi, orang Madura harus mutlak menjadi dalang, bukan wayang,” tegas politisi PDI Perjuangan Sumenep ini dalam Seminar Regional pada rangkain acara Festival Cinta Buku VIII Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa Institut (BEM-I) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Senin (11/4/2016).

Penyaji lain, Jimhur Saros, salah satu penggagas terbentuknya provinsi Madura menegaskan, bahwa Madura akan melepaskan diri dari Jawa Timur.

“Barang siapa yang tidak setuju Madura menjadi provinsi, silahkan Anda hengkang dari Madura. Jangan berada di Madura,” ungkapnya berapi-api.

Berbeda dengan budayawan Madura, Syaf Anton WR yang juga menjadi penyaji dalam kegiatan tersebut.

“Dibentuk ataupun tidak dibentuknya provinsi Madura, tidak punya pengaruh signifikan terhadap keberadaan budaya Madura, sebab budaya Madura telah dipengaruhi globalisasi budaya, yang melahirkan akulturasi, asimilasi dan difusi budaya,” katanya.

Menurutnya, satu-satunya yang dapat mempertahankan budaya di Madura adalah pesantren.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Assyarqawi Instika tersebut mengambil tema sentral “Kontroversi Madura Provinsi”. Terlihat hadir, Wakil Rektor III Instika, K.H. A. Washil Hasyim, M.Pd.I dengan peserta 217 putra dan 280 peserta putri.(mrf/har)


Tirto.ID
Loading...

Komentar