oleh

Mahasiswa Demo PDAM, Galian Pipa Celakakan Warga

PortalMadura.Com, Pamekasan – Komunitas Mahasiswa Pademawu (KMP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar aksi demo ke Kantor PDAM Jl. Kabupaten, Jumat (15/8/2014).

Mereka protes adanya galian pipa PDAM yang sering memakan korban karena mengganggu arus lalu lintas. Kondisi itu berada di Desa Murtajih, Pademawu Timur, Desa Padelegan dan Desa Tanjung Kecamatan Pademawu.

Aksi aktivis KMP itu tidak berlangsung lama, karena mereka kecewa tidak ditemui langsung oleh Direktur PDAM. Namun mereka secara bergiliran menggelar orasi, dan bahkan mengancam akan melaporkan kasus itu ke Kejari Pamekasan.

“Saya sudah sering datang langsung secara baik-baik untuk mengadukan hal ini, tetapi selalu saja tidak ditemui. Saat ini, ketika saya datang dengan cara aksi juga demikian,” kata salah satu orator.

Korlap aksi, Rahmat Kurnia Irawan mengatakan, banyak galian pipa yang belum diselesaikan sehingga sangat mengganggu lalu lntas sehingga tak jarang sering terjadi korban kecelakaan lalu lintas.

“Bahkan kemarin ada pengendara yang jatuh dan mengalami luka-luka, dan berdarah. Ini adalah bukti bahwa kerjaan PDAM asal-asalan,” jelas Rahmat.

Menurut Rahmat, selain itu kondisi air PDAM di Pademawu juga selama tiga bulan di sejumlah desa tidak mengalir, tetapi warga tetap harus membayar tagihan.

“Ini lagi-lagi yang sangat ironis. Jangankan dibuat mandi dan cuci, mau diminum saja masyarakat sangat susah. Banyak warga yang terpaksa membeli air, sedangkan warga terus membayar tagihan PDAM itu,” ungkapnya.

Rahmat juga menjelaskan, warga setiap bulan membayar rekening air antara 40 sampai Rp50 ribu pada PDAM padahal airnya tidak mengalir. Sehingga kondisi itu yang membuat warga di sejumlah desa di Pademawu saat ini resah dan mendesak agar persoalan itu segera diselesaikan. Baik berupa galian pipa yang mangkrak dan sering mengakibatkan kecelakaan, maupun juga terkait aliran airnya.

“Kami minta secepatnya ini di selesaikan dan warga hangan dibuat kecewa dengan kinerja PDAM. Kami akan kawal terus masalah ini,” lanjut Rahmat sambil membubarkan diri dengan sangat kecewa. (reiza/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.