oleh

Mahasiswa Tagih Janji Bupati Achmad Fauzi, Plesetkan “Bismillah Mematikan”

PortalMadura.Com, Sumenep – Mahasiswa asal wilayah Kangayan (kepulauan Kangean), Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021) menagih janji politik Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.

Mereka “ngeluruk” Kantor Bupati di Jalan, dr. Cipto Sumenep, sambil membuat plesetan jargon “Bismillah Melayani” menjadi “Bismillah Mematikan” masyarakat Sumenep.

“Bupati Sumenep telah mengingkari janji politiknya yang katanya mau melayani, tapi kenyataannya mematikan,” tuding korlap aksi Formaka, Ahmad Aliansyah Prayetno, dalam orasinya.

Salah satu tuntutan Forum Mahasiswa Kecamatan Kangayan (Formaka) Sumenep itu, kebutuhan listrik yang hingga saat ini tidak ada kejelasan. Mereka menuding, pasangan Fauzi-Eva obral janji tanpa bukti.

Bahkan, aktifis Formaka itu, berani menyindir melalui poster yang bertuliskan “Istri hilang karena gelap, masyarakat Kangayan tidak butuh ghosting melainkan Kepastian dan Kangayan gelap, bupati kemana.?”.

Persoalan kelistrikan yang disampaikan peserta aksi, di antaranya adanya pemasangan meter listrik yang mencapai 1300 kWh.

“Pemerintah harus hadir menyelesaikan persoalan ini karena masyarakat merasa dirugikan dengan adanya pemasangan kWh yang lebih dari kebutuhan,” katanya.

Praktek di lapangan, tuding dia, terkesan dipaksakan oleh oknum pihak PLN. “Masyarakat dipaksa membayar Rp3 juta per orang. Sedangkan harga aslinya hanya sekitar Rp 1,3 juta,” sebutnya.

Peserta aksi mengancam akan turun jalan dengan peserta lebih besar jika persoalan kelistrik di kepulauan tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Jangan hanya janji politiknya yang manis-manis. Rakyat jangan jadi sasaran ghosting bupati,” tandasnya.(*)

Komentar