oleh

Makam Keramat Ini Ditemukan Dengan Munculnya Cahaya Jelang Maghrib

PortalMadura.Com, Bangkalan – Pesarean (makam) Sayyid Al Maghribi atau yang dikenal dengan Raden Jakandar (Sunan Bangkalan), di Desa Ujung Piring, Kecamatan Kota, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menyimpan cerita mistik.

Tidak ada yang tahu awal mula makam tersebut. Warga setempat menyebut, bahwa makam itu ditemukan oleh seorang kakek buta, yang selalu melihat dengan mata batin jika ada cahaya dari area itu.

Karena penasaran, maka kakek itu memberanikan diri untuk menelusuri keberadaan cahaya, yang pada saat itu masih berupa hutan bambu dan rawa-rawa.

Kemudian sang kakek diantarkan oleh cucunya ketempat tersebut. Itu terjadi sudah ratusan tahun silam.

“Dinamakan Maghribi, karena mengeluarkan cahaya, setiap jelang maghrib dari makam ini,” kata salah satu juru kunci makam, Fauzi, Sabtu (7/1/2017).

Selain cerita mistik, makam ini juga dikenal keramat serta tempatnya yang ada di bibir pantai membuat para peziarah sangat nyaman dan merasakan kedamaian.

Saat ini, di sekitar area makam sudah dibangun langgar (tempat salat) dan kamar mandi serta fasilitas ibadah sederhana lainnya.

“Banyak, pengunjung dari luar jawa juga, seperti musyafir (orang yang melakukan suatu perjalanan ziarah, red),” tambahnya.

Untuk berkunjung ketempat ini, Anda bisa menggunakan mobil dan motor, ke barat sekitar 2 kilometer dari Pesarean (Makam) Syaichona Moh. Cholil. Kemudian ada papan nama “Pesarean Syech Maghribi/ Jakandar/ Sunan Bangkalan.

Dalam catatan sebuah blog bangkalanmemory, disebutkan bahwa Raden Jakandar atau Sunan Bangkalan (Sayyid Al Maghribi) adalah ulama keturunan Keluarga Kerajaan Pajajaran. Dari pernikahannya dengan Dewi Nawangsasi, putri Ki Ageng Tarub, dikaruniai dua orang Putri yaitu Dewi Hisah (Istri Sunan Gunung Jati) dan Dewi Hirah (Istri Sunan Bonang).

iklan hari santri

Dari sumber kitab kecil yang berjudul Tarich al-Auliya, susunan K.H. Bisyri Musthofa Rembang, menjelaskan bahwa silsilah para wali di nusantara tidak lepas dari 4 (empat) tokoh besar, antara lain :

1). Sayyid Jamaluddin Husain as-Samarqandiy
2). Raden Arya Galuh Pajajaran
3). Raja Kuntara Cempa Kamboja
4). Prabu Brawijaya V Raja Majapahit

Dua orang putra dari Sayyid Jamaluddin Husain yang berdakwah di nusantara adalah Maulana Ishaq dan Maulana Malik Ibrohim Asmaraqandiy.

Silsilah dari Jawa

Arya Penanggungan memiliki tiga orang anak, yaitu : 1). Arya Baribin, 2). Arya Teja (Adipati Tuban, dan 3). Ki Ageng Tarub.

Arya Baribin memiliki dua orang anak, yaitu : Raden Ayu Maduretno, dan Raden Jakandar (Sunan Bangkalan Madura).

Arya Teja (Adipati Tuban) memiliki dua orang anak, yaitu : Dewi Candrawati (Diperistri oleh Sunan Ampel), dan Raden Sahur Tumenggung Wilatikta Tuban (Ayahanda Raden Syahid Sunan Kalijaga).

Ki Ageng Tarub memiliki tiga orang anak, yaitu : 1). Dewi Nawang Sih, 2). Dewi Nawang Sasi, dan 3). Dewi Nawang Arum.

Dewi Nawang Sasi menikah dengan Raden Jakandar (Sunan Bangkalan) putra Arya Baribin yang memiliki dua orang anak, yaitu : 1). Dewi Hisah (Istrinya Sayyid Abdul Qodir Sunan Gunung Jati), dan 2). Dewi Hirah (Istrinya Raden Mahdum Ibrohim Sunan Bonang).

Dewi Nawang Arum menikah dengan Raden Sahur Tumenggung Wilatikta putra Arya Teja memiliki dua orang anak, yaitu : Raden Syahid (Sunan Kalijaga), dan Dewi Sari (Istrinya Sunan Ngudung). Silsilah lengkapnya cek DISINI (Hamid/Har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.