oleh

Makanan untuk Penderita Jantung Bengkak yang Aman Dikonsumsi

PortalMadura.Com – Jantung bengkak atau kardiomegali umumnya disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau penyakit jantung koroner. Pada kondisi ini, jantung tidak lagi dapat memompa darah dengan baik. Akibatnya, sirkulasi darah menjadi tidak lancar dan banyak cairan yang tertahan di dalam tubuh.

Meskipun kondisi jantung bengkak dapat membaik, tetapi kebanyakan penderita jantung bengkak membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama bahkan seumur hidup agar bisa sembuh total. Jika Anda menderita penyakit jantung bengkak, Anda tidak hanya perlu melakukan perawatan ataupun pengobatan ke dokter. Penting juga untuk memerhatikan apa saja yang Anda konsumsi setiap harinya.

Dilansir dari laman Alodokter.Com, Senin (21/9/2020) berikut beberapa makanan sehat untuk penderita jantung bengkak yang baik untuk dikonsumsi.

Sayuran dan Buah-buahan

Sayuran dan buah-buahan, seperti mentimun, selada, alpukat, seledri, apel, jeruk, pisang, adalah jenis makanan yang baik bagi penderita jantung bengkak. Beberapa buah bahkan berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah. Utamakan membeli sayur dan buah yang segar dibandingkan yang dibekukan.

iklan hari santri

Daging

Daging yang diolah dan dimasak sendiri, seperti ikan, ayam, atau sapi, juga baik untuk penderita jantung bengkak. Beli daging yang masih mentah dan segar. Jika Anda membeli daging kemasan dari supermarket harus teliti karena biasanya ada daging yang sudah ditambahkan garam sebagai bagian dari proses pengemasannya.

Cara untuk mengantisipasinya hal tersebut, baca terlebih dahulu label informasi gizinya. Jika kadar garamnya kurang dari 5%, daging tersebut aman untuk dikonsumsi oleh penderita jantung bengkak.

Sereal

Sereal seperti oatmeal adalah salah satu pilihan makanan sehat bagi penderita jantung bengkak, sebab makanan yang satu ini tidak mengandung banyak garam dan tinggi serat. Pilih jenis oatmeal tawar dan sajikan dengan buah atau kacang-kacangan.

Produk Olahan Susu

Produk olahan susu yang alami, seperti susu dan yogurt, biasanya mengandung sedikit garam sehingga bisa dikonsumsi dengan aman. Namun, berhati-hatilah dalam memilih produk olahan susu seperti keju dan butter. Pilihlah produk yang kadar garamnya rendah atau kurang dari 5%.

Selain itu, bahan makanan yang dipilih juga harus segar. Saat mengolahnya, kurangi tambahan garam dan penyedap rasa. Jauhi pula makanan kaleng atau olahan karena makanan jenis tersebut memiliki kadar garam yang tinggi.

Membatasi asupan garam, dapat mengurangi jumlah cairan yang tertahan ditubuh, sehingga tekanan darah tetap terjaga dan beban kerja jantung berkurang.

Rewriter : Oktaviana Dwi K.K
Sumber : Alodokter.Com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.