Makin Meningkat, Pengguna Jasa Transportasi Udara Pagerungan-Sumenep

Penulis: TaufikurrahmanEditor: Putri Kuzaifah
Terus Meningkat Pengguna Jasa Transportasi Udara Pagerungan Sumenep
dok. Penerbangan dari Bandar Udara Pagerungan-Sumenep (istimewa)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Pengguna jasa transportasi udara dengan pesawat perintis rute Pagerungan- Bandara Truonojoyo Sumenep, Madura, mengalami peningkatan cukup signifikan selama dua tahun terakhir.

Tahun 2020, jumlah penumpang hanya 782 pax. Sedangkan pada tahun 2021 meningkat hingga 1.011 pax. “Jumlah penumpang ini dihitung mulai pemberangkatan setiap harinya,” kata Kepala Divisi Penerbangan Bandara Pagerungan Okky Koes, Jumat (21/1/2022).

Peningkatan jumlah penumpang pesawat perintis yang dilayani maskapai Susi Air itu, karena warga kepulauan banyak memiliki bisnis di wilayah daratan. “Jadi, penerbangan perintis ini memang disambut antusias oleh warga,” ujarnya.

Saat situasi stabil seperti saat ini, kata dia, bisa saja ada yang antri. Meski ada lonjakan penumpang, pihaknya tetap memperketat penerapan prokes seperti yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca Juga:  Sumenep Hadapi Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kreatif Kemenparekraf

Pada tahun 2022, pihaknya berharap ada peningkatan peminat pengguna transportasi udara, sehingga keberadaan Bandara Pagerungan benar-benar bermanfaat bagi warga Sumenep.

Pagerungan-Sumenep merupakan salah satu rute penerbangan perintis yang dilayani pesawat Cessna Grand Caravan berkapasitas 10 penumpang milik maskapai Susi Air.

Bandara Pagerungan terletak Desa Pagerungan Besar, Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, merupakan bandara milik kontraktor kontrak kerja sama (K3S) atau perusahaan migas, KEI, yang sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan menjadi bandara umum.

Dengan transportasi udara tersebut waktu tempuh rute Pagerungan-Sumenep hanya butuh satu jam.

Bila menggunakan transportasi laut dengan kondisi cuaca normal, waktu tempuh dari Kalianget (Sumenep daratan) ke Sapeken dengan menggunakan kapal besi/baja ditempuh dengan kisaran waktu 13-14 jam. Jika menggunakan kapal cepat butuh waktu sekitar 7 jam perjalanan laut.(*)

Baca Juga:  Kajati Jatim Bangga ‘Rumah Restorative Justice Unija', Ini Syarat Kasus Yang Bisa Ditangani

Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.