Malam Puncak Penutupan, Latsarnas Perti VI Tahun 2019 Junjung Binneka Tunggal Ika

Kamabigus melepas tanda peserta Latsarnas perti 6
Kamabigus STKIP PGRI Sumenep, Mulyadi, melepas tanda peserta Latsarnas perti VI (Foto. Nanik Dwi Jayanti/ @portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar penutupan Latihan Search and Rescue Nasional (Latsarnas) Perguruan Tinggi (Perti) ke VI dengan menjunjung Binneka Tunggal Ika, Rabu (30/10/2019) malam.

Malam puncak ini diselenggarakan di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS) Gotong Royong yang diikuti sedikitnya 250 peserta dari seluruh Indonesia.

Berbagai pentas seni hingga penampilan pakaian adat daerah masing-masing peserta ditunjukkan pada panggung pentas yang disediakan sebagai wujud Binneka Tunggal Ika yakni berbeda-beda tetapi tetap satu.

Perwakilan Kamabigus STKIP PGRI Sumenep, Mulyadi mengatakan, Pramuka adalah sarana prasarana nomor satu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Saya lihat dari awal pembukaan sampai malam ini laporan dari panitia peserta kita dari Sabang sampai Marauke. Latar belakang budaya, suku dan adat ini tidak lantas membuat kita bercerai berai tapi kita bersatu dalam rangka kemajuan bangsa ini dan itu terwadahi dalam kegiatan yang dilakukan Pramuka salah satunya Latsarnas Perti VI tahun 2019,” terangnya.

Pihaknya juga berterima kasih dan minta maaf kepada semua pihak terutama Pemkab Sumenep yang telah ikut serta menyukseskan kegiatan ini.

Baca Juga:  Banjir Rob Landa Desa Kertasada Sumenep

Ia juga meminta kepada para peserta apabila ada yang kurang berkenan baik dari segi suguhan makanan hingga tempat tinggal, cukup sampaikan kepada STKIP PGRI Sumenep agar ke depan bisa lebih baik.

“Kakak-kakak cukup bawa pulang kebaikan-kebaikan dan potensi-potensi yang dimiliki oleh pemerintahan kami, karena ini bagian dari bagaimana cita-cita semangat Visit Sumenep bisa tersampaikan tidak hanya di lingkup Jawa Timur, juga di nasional,” jelasnya.

Pihaknya meyakini, momentum Latsarnas ini bukan menjadi akhir tapi merupakan awal mereka untuk kembali dengan kegiatan-kegiatan lainnya di Kabupaten Sumenep.

“Terus ceritakan kebaikan-kebaikan dan potensi-potensi yang dimiliki oleh pemerintah Kabupaten Sumenep dengan SDM dan SDA-nya yang kemudian akan ada ketertarikan dari rekan-rekan, kakak-kakak sekalian untuk datang ke kota tercinta ini,” ujarnya.

Latsarnas Perti 6 2019
Penutupan Latihan Search and Rescue Nasional (Latsarnas) Perguruan Tinggi (Perti) ke VI tahun 2019 (Foto. Nanik Dwi Jayanti/ @portalmadura.com)

Di samping itu, Presiden Latsarnas Perti VI, Abdullah Utina, perwakilan Universitas Gorontalo, mewakili seluruh peserta menyampaikan permohonan maaf dan terima kasihnya kepada STKIP PGRI Sumenep.

“Selama kami di sini tentunya banyak pengalaman berharga yang tak pernah kami lupakan dan menumbuhkan rasa disiplin, kebersamaan, tanggung jawab dalam bertukar pengetahuan yang kami dapatkan di latihan ini,” katanya.

Baca Juga:  Sumenep Hadapi Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kreatif Kemenparekraf

Ia juga menyampaikan salam perpisahan dan doa agar dirinya bersama teman-teman luar daerah bisa kembali ke daerah masing-masing dengan selamat.

Latsarnas Perti VI 2019 ini ditutup dengan pelepasan tanda peserta oleh Perwakilan Kamabigus STKIP PGRI Sumenep yang didampingi Dewan Kerja Nasional dan Dewan Kerja Daerah.

Turut hadir dalam momentum tersebut adalah perwakilan Forkopimda Sumenep, para Kaprodi STKIP PGRI Sumenep, Kepala Unit Pelatihan di lingkungan unit STKIP Sumenep, perwakilan dari Ormawa, UKM, HMP di lingkungan STKIP PGRI Sumenep.

Latsarnas Perti VI dilaksanakan selama satu minggu 25-31 Oktober. Upacara Hari Jadi Kota Sumenep ke 750, Kamis (31/10/2019) merupakan penutup serangkaian acara kegiatan ini. Dijadwalkan Latsarnas Perti VII berikutnya akan dilaksanakan di daerah Aceh.(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.