Mantan Ketua Gerindra ‘Ngotot’ Usulkan Yuni Raja’e Jadi Wabup Pamekasan

Avatar of PortalMadura.com
Eks Ketua Gerindra Pamekasan Sarankan Totok Atau Yuni Gantikan Wabup Raja'e
dok. Mantan Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Pamekasan
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kursi Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang ditinggal Raja’e karena meninggal dunia pada tanggal 31 Desember 2020 kini menjadi kursi panas. Sejumlah figur saat ini tengah mengincar posisi nomor dua di bumi Gerbang Salam tersebut.

Belakangan, beberapa figur muncul ke publik, baik kader Partai Politik (Parpol) atau dari kalangan profesional. Bahkan, parpol pendukung Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) pada pilkada tahun 2018 blak-blakan sudah menyiapkan calon wabup dari internal partainya.

Parpol koalisi yang meliputi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sedang menunggu rapat paripurna pemberhentian Wabup Raja’e yang diagendakan pada tanggal 16 Februari 2021 oleh DPRD Pamekasan.

Mantan Ketua DPC Partai Gerindra Pamekasan, Agus Sujarwadi mengungkapkan, kursi wabup lebih cocok diisi oleh istri almarhum Raja’e, Yuni Lailatul Fitriyah atau Yuni Raja’e dengan sederet pengamalan yang dimilikinya saat mendampingi suaminya.

“Doa dan harapan saya pribadi kursi wabub itu diisi oleh istri alm. (Raja’e, red) dan saya punya alasan karena dari awal ikut membantu bagaimana berbaur menang dan sesama aktivis HMI dan pernah menjadi ketua KOHATi, artinya secara kualitas tidak usah diragukan lagi,” ujar dia, Senin (8/2/2021).

Baca Juga:  Buntut SK Tunda Pilkades, Warga Sampang Demo Bupati

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Pamekasan ini menambahkan, salah satu komitmen Bupati Baddrut Tamam memilih Raja’e pada pilkada adalah memantapkan koalisi selatan-utara, dan sama-sama menjadi perwakilan aktivis mahasiswa. Bupati Baddrut Tamam mantan aktivis PMII dan Raja’e aktivis HMI.

“Rekomendasi partai berlaku sampai purna 5 tahun dan kalau kemudian di tengah jalan ada persoalan, apalagi meninggal seharusnya semua ketua partai harus memahaminya, mencalonkan itu bukan persoalan mudah dan tidak lah murah, hargai keluarga almarhum, tim sukses dan donatur yang semuanya saat ini di luar harapan mereka semua,” tandasnya.

Pria dengan julukan bupati trotoar ini melanjutkan, dirinya meminta maaf kepada semua ketua partai atas harapannya tersebut apabila tidak sesuai keinginan. Harapan itu tidak ada tendensi dari siapapun, hanya sebatas harapan personal, karena sama-sama pernah berjuang pada pilkada lalu.

Baca Juga:  Buntut SK Tunda Pilkades, Warga Sampang Demo Bupati

“Secara pribadi saya minta maaf kepada semua kawan-kawan ketua partai, ini hanyalah pandangan pribadi tidak ada kapasitas saya bicara atas nama apapun, saya cuma pensiunan. Saya hanya besar melalui proses trotoar dan hanya ingin berkontribusi pemikiran saja dan saling mengingatkan karena kita masih saudara semuanya,” lanjut dia.

Sebagaimana diketahui, mantan DPC Gerindra Pamekasan, Agus Sujarwadi mengusulkan dua nama untuk mengisi kursi Wabup Raja’e. Yakni Sekretatis Daerah Pamekasan, Totok Hartono dan Yuni Lailatul Fitriyah yang merupakan istri almarhum.


Ikuti Berita Terbaru Dari PortalMadura.com di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.