Opini  

Masa Transisi Pandemi ke Endemi

Avatar of PortalMadura.Com
Masa Transisi Pandemi ke Endemi
Aulya Dayu Lestari

Oleh : Aulya Dayu Lestari*

sudah menghantui Indonesia sejak awal tahun 2020. Covid-19 tidak akan bisa hilang dalam waktu dekat, maka dari itu masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan covid-19.

Kondisi pandemi segera berubah menjadi . Masyarakat semakin terbiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Perilaku ini menjadi bagian dari hidup berdampingan dengan Covid-19 di masa mendatang.

Pemerintah pun tengah bersiap untuk melakukan transisi dari ke endemi. Masa transisi akan dilakukan bertahap dan melalui evaluasi oleh pakar dan ahli.

Endemi sendiri merupakan kondisi dimana penyakit selalu ada di suatu daerah. Namun prevalensi penyakit ini cukup stabil atau terkendali. Selain itu, penyakit ini juga dapat diprediksi dari waktu ke waktu.

Transisi dari pandemi ke endemi tidak bisa dihindari. Secara ilmiah dapat kita pahami bahwa virus corona ini akan terus ada atau menjadi bagian dari kehidupan manusia. Namun, tidak ada penyakit endemi yang tidak menimbulkan kekhawatiran.

Menurut saya endemi harus dihindari sebisa mungkin, namun kalau nanti sudah dinyatakan endemi otomatis menjadi penyakit infeksius biasa. Karena penyakit infeksi biasa, nanti penanganannya juga biasa.

Misal terdapat pasien positif Covid-19 mungkin bisa ditangani tapi lebih mementingkan penyakit yang lain, pasien Covid-19 akan ditangani belakangan.

Mungkin pemerintah juga harus memberi pengertian terhadap nakes di rumah sakit. Kondisi endemi juga bisa berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia.

Takutnya masyarakat salah mengartikan atau salah pemahaman dan takutnya masyarakat sudah tidak menghiraukan protokol kesehatan.

Padahal kondisi endemi itu status penyakitnya masih ada, namun sudah dianggap penyakit yang biasa
seiring dengan kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka.

Selain itu, pemerintah juga menghapuskan kewajiban menunjukkan hasil tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik dan luar negeri yang telah divaksin Covid-19 dosis lengkap.

Oleh karena itu, terdapat beberapa pertimbangan dalam memutuskan transisi pandemi menuju endemi, salah satunya adalah kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pemerintah secara bertahap akan memindahkan tanggung jawab menjaga kesehatan ke masing-masing individu. Jika itu sudah berhasil, masyarakat sudah paham, sudah teredukasi dengan baik, sudah memahami bagaimana protokol kesehatan seharusnya, sudah memiliki judgement kapan mesti melakukan apa, itu adalah ciri- ciri penyakit yang sudah menjadi endemi.

Strategi pemerintah dalam pengendalian Covid-19 sebelum dinyatakan endemi pemerintah diharap bisa mengendalikan jumlah kasus positif Covid-19.

Jika dirasa sudah mulai bisa mengendalikan kasus positif Covid-19, misal sudah 60% turun secara konsisten atau dirasa sudah tidak ada lonjakan kasus begitu juga vaksinasi, laju vaksinasi juga meningkat lebih dari 2 juta dosis perhari. Namun, jika sudah dinyatakan transisi ke endemi masyarakat juga harus faham bahwa tanggung jawab kesehatan pada diri masing-masing. (**)

*Penulis:

Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi PortalMadura.com.
Punya Tulisan Seputar seputar opini, gagasan, sudut pandang.
Kirim Tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.