oleh

Masih Terjadi Kelangkaan BBM Di Kepulauan Sumenep

SUMENEP (PortalMadura) – Masyarakat kepulauan Sapeken, Kangean dan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih merasakan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan, harga yang dipatok dipasaran mencapai kisaran Rp25 ribu sampai Rp30 ribu perliternya.

“Sampai saat ini, masyarakat kepulauan itu masih kesulitan untuk mendapatkan BBM. Hal ini, karena ada keterlambatan pengiriman yang dilakukan APMS (Agen Penyalur Minyak dan Solar) dari daratan ke sejumlah pulau,” kata H. Affandi Magribi, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Sumenep, Minggu (17/11/2013).

Sampai saat ini, diakui belum ada solusi tepat untuk mengatasi persoalan kelangkaan BBM disejumlah kepulauan. Disisi lain, pihak Pertamina juga tidak memberikan sangsi tegas pada pemilik APMS. “Jika tidak ada tindakan dari pihak Pertamina, maka persoalan BBM dikepulauan itu tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Sumber lain menyebutkan, jika sampai saat ini, khusus daerah kepuluan Masalembu belum ada jadwal pengiriman BBM bersubsidi. Masyarakat kepulauan Masalembu hanya disediakan 10 drum BBM jenis Pertamak yang sudah siap untuk dikirim hari ini. Jadi, untuk BBM dalam sepekan kedepan dipastikan masih belum ada pendistribusian.

Sementara Pemilik APMS daerah Masalembu, Maili, tidak bisa dihubungi. Bahkan nomor telepon selulernya saat ini sedang tidak aktif.

Sementara itu, warga kepulauan Kangean, Sumenep, Sabtu (16/11/2013) menggelar aksi demonstrasi ke kantor Kecamatan Arjasa. Tuntutan mereka antara lain :

1. APMS wajib melayani 24 jam.

2. APMS harus melengkapi sarana & prasarana, seperti kantor dan lain-lain.

3. Forpimka Arjasa harus mengontrol dan mengawasi pengiriman BBM, dari kapal tangker milik Pertamina sampai ke tangki Pendam APMS.

4. Apabila tuntutan di atas tidak terlaksana dalam waktu 20 hari dari, Sabtu

5. November 2013, maka ijin opersi APMS wajib di cabut.(deny/Udien/htn).


Tirto.ID
Loading...

Komentar