oleh

Masih Tradisional, Petani Pamekasan Dianggap Sulit Berkembang

PortalMadura.Com, Pamekasan – Petani di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur dinggap sulit berkembang, lantaran cara bercocok tanam masih menggunakan versi tradisional.

Komandan Kodim 0826 Pamekasan, Letnan Kolonel (Letkol) Arm Mawardi mengatakan, program ketahanan pangan yang dilakukan TNI tidak berjalan lancar. Sebab selalu berhadapan dengan cara berpikir petani yang sulit diajak berkembang. Padahal, dalam program tersebut TNI tidak hanya mendukung tapi melakukan pendampingan langsung terhadap petani.

“Pola pertanian yang dilakukan masih menggunakan kebiasaan lama, dan kondisi itu sudah mentradisi. Sehingga sulit untuk dirubah,” ungkapnya, Rabu (29/4/2015).

Mawardi menambahkan, pada dasarnya di bumi Gerbang Salam sangat berpotensi untuk lahan pertanian, dan selama ini petani rata-rata hanya bercocok tanam satu kali. Sebenarnya, yang ideal adalah tiga kali cocok tanam.

“Petani lebih percaya, semakin rapat tanaman, dapat menghasilkan panen lebih banyak. Padahal, teknologi baru sudah menemukan, semakin renggang justru banyak menghasilkan padi,” tambahnya.

Kata Mawardi, selama ini pola pikir penanaman padi hanya sebatas konsumsi saja, belum dijadikan barang produksi yang dapat menghasilkan layaknya tembakau yang sejauh ini menjadi dambaan masyarakat. Hal itulah salah satu faktor tanaman tembakau menampati rangking pertama menurut asumsi petani. (Marzukiy/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.