oleh

Massa Aksi Tolak Omnibus Law Vidcon dengan Anggota DPR RI di Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Massa aksi yang menolak omnibus law di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mendapat kesempatan vidcon (konferensi teknologi video online multi-genre) dengan Anggota DPR RI, di ruang Paripurna DPRD Bangkalan, Selasa (13/10/2020).

Awalnya, mahasiswa mendesak pimpinan DPRD Bangkalan agar bisa vidcon dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani dan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Namun, hanya bisa vidcon dengan anggota Komisi V DPR RI, H Syafiuddin Asmoro (Fraksi PKB).

Selamat Ibadah Puasa

Pada proses vidcon di ruang paripurna DPRD Bangkalan, terjadi tanya jawab dengan massa aksi. “Dengan adanya omnibus law, kami sepakat, karena sudah kesepakatan partai,” kata H Syafiuddin Asmoro.

Sontak, massa aksi serentak menyampaikan mosi tidak percaya terhadap DPR RI. “Kami kecewa terhadap DPR RI. Sebab DPR tidak pro rakyat,” teriak pendemo.

Selain itu, mahasiswa kembali menyampaikan aspirasinya yang berkaitan dengan nasib petani garam. “Stok garam di Indonesia sangat cukup, mengapa negara masih impor garam,” kata korlap aksi, Rossy.

Tuntutan lain, yang disampaikan mahasiswa tentang tidak adanya lembaga BNN Kabupaten Bangkalan. “Kasus narkoba di Bangkalan sangat meresahkan,” ujarnya.

Kondisi pendidikan yang dilakukan daring dinilai tidak efektif. Kondisi ini juga menjadi sorotan mahasiswa saat vidcon. “Jaringan internet di desa bermasalah. Beasiswa bagi mahasiswa juga butuh keseriusan dari Pemkab Bangkalan,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Muhammad Fahad merespon positif aspirasinya mahasiswa tersebut.

Pihaknya mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan soal kesulitan pembelajaran daring.

Di wilayah desa, diakui sulit untuk jaringan internet. “Kalau di kota internet tidak sulit sehingga siswa tetap bisa belajar melalui daring,” paparnya.

Sejumlah tuntutan mahasiswa, kata dia, untuk lebih jelasnya bisa melakukan audensi dengan dinas terkait. Misalnya, beasiswa atau soal belajar daring.

Usai menyampaikan aspirasinya, mahasiswa bubar dari ruang paripurna DPRD Bangkalan dengan tertib dan mendapat pengawalan aparat kepolisian.

Sebelumnya, massa aksi melakukan blokade akses Suramadu dengan menabur garam sebanyak 7 ton. Berikut detik-detik mahasiswa memblokade akses Suramadu :

Penulis : M Saed
Editor : Dwi Oktaviana KK

Komentar