oleh

Massa Kontra Kades Guluk-guluk Desak Kejari Usut Tuntas Penyimpangan Raskin

PortalMadura.Com, Sumenep – Puluhan warga kontra kepala Desa Guluk-guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Desa Guluk-guluk (FMDG) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat lebih aktif lagi dalam melakukan proses hukum terkait dugaan penyimpangan raskin oleh kades setempat.

“Kami mendesak Kejaksaan Negeri Sumenep segera menetapkan terlapor penggelapan raskin sebagai tersangka,” kata Ahmad Subki, korlap aksi, Rabu (3/6/2015).

Subki menuturkan, pihaknya juga mendesak Kejari melakukan upaya paksa terhadap saksi-saksi yang tidak mau menghadap setelah dipanggil secara sah oleh Kejari.

“Mungkin upaya paksa dari Kejari terhadap saksi-saksi dalam kasus ini perlu dilakukan, mengingat hingga saat ini laporan warga tidak ditindaklanjuti,” ucapnya.

Ia juga mengancam, jika dalam waktu 7×24 jam tuntutannya tidak dipenuhi, pihaknya akan melakukan aksi gabungan bersama masyarakat di desa lain yang terdhalimi dan akan menduduki kantor Kejari Sumenep.

“Kami akan menduduki kantor Kejari hingga tuntutan kami dipenuhi,” katanya mengancam.

Ditempat terpisah, korlap aksi pro Kades Guluk-guluk, Ahmad Murtadha mengemukakan, apa yang disampaikan warga dalam laporan dugaan penyimpangan raskin seperti surat pernyataan tidak menerima raskin itu tidak benar adanya, bahkan tandatangan yang bersangkutan dipalsukan.

“Kami siap membuktikan bahwa tandatangan dalam surat pernyataan tidak menerima raskin itu dipalsukan, bahkan yang bersangkutan sudah bersedia dimintai keterangan,” kilah Murtadha.

Bahkan ia menuding, terjadinya tindak kriminal pencurian sapi yang terjadi setiap malam di Desa Guluk-guluk itu pelakunya adalah orang yang kecewa dalam pelaksanaan pilkades.

“Makanya kami minta aparat kepolisian aktif menjaga dan menjamin keamanan keselamatan warga di Desa Guluk-guluk,” tukasnya. (arifin/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.