oleh

Mau Tahu, Dari Mana Asal Usul Gula? Yuk Pelajari Disini!

PortalMadura.Com – Gula adalah pemanis yang ditambahkan dalam berbagai jenis makanan dan minuman kita. Gula juga merupakan suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi dalam perdagangan.

Gula ini ternyata sudah cukup lama dikenal, meskipun belum diketahui secara pasti sejak kapan peradaban manusia mengenal gula, tetapi para ahli sejarah memperkirakan gula yang berasal dari tanaman tebu mulai digunakan oleh penduduk lokal di New Guinea sekitar 8000 SM. Tanaman ini kemudian dibawa ke pesisir India dan mulai diproses menjadi kristal oleh Dinasti Gupta. Ketika Darius dari Persia menaklukkan India, sekitar 510 SM, ia membawa serta gula ke Persia. Sebelumnya orang Persia menggunakan madu untuk pemanis makanan mereka.

Selamat Ibadah Puasa

Dari Persia, para pedagang asia dan arab membawa gula sebagai barang dagangan mereka dan menyebar ke China, Yunani serta Romawi. Oleh masyarakat Yunani kuno gula digunakan sebagai bagian dari obat-obatan. Penyebaran gula semakin meluas seiring dengan berkembangnya kerajaaan Romawi yang terbentang dari Eropa hingga Asia.

Sekitar tahun 1500-an, para pedagang Portugis membawa tanaman tebu ke Brazil dan membangun perkebunan tebu, yang menyebar hingga ke Jamaika dan Kuba. Tidak ketinggalan, bangsa  Belanda juga membawa tebu ke Karibia, Barbados dan kepuluan Virgin. Orang-orang Eropa membangun pabrik-pabrik gula dan banyak memperkerjakan budak-budak dari Afrika dan gula mulai menjadi salah satu industri besar di dunia.

Abad ke-18, gula menjadi sangat populer dalam budaya makanan di Inggris Raya. Para pedagang Inggris menyebutnya sebagai “Emas Putih”, karena nilainya yang saat itu sangat berharga dan hanya bisa dinikmati oleh kalangan bangsawan. Bahkan konon Ratu Elizabeth I dari Inggris memiliki gigi hitam karena terlalu banyak mengkomsumsi gula.

Sedangkan di Indonesia sendiri gula mulai berkembang pada abad ke-17, pabriknya didirikan oleh orang-orang China bersama para pejabat VOC di sekitar selatan Batavia. Pengolahan gula saat itu berjalan dengan proses yang sederhana. Dua buah silinder kayu yang diletakkan berhimpitan digunakan sebagai gilingan yang diputar dengan tenaga haiwan (kerbau) atau manusia. Tebu dimasukkan di antara kedua silinder, kemudian nira yang keluar ditampung dalam bejana besar yang terdapat di bawah gilingan. Eksport gula ke Eropah pun bermula pada saat itu, yang berasal dari 130 pengolahan gula (PG tradisional) di Jawa. (Berbagaisumber/choir)


Tirto.ID
Loading...

Komentar