Mayoritas Desa di Pamekasan Usulkan Data Lansia Tak Sesuai Kategori

Avatar of PortalMadura.com
Mayoritas Desa di Pamekasan Usulkan Data Lansia Tak Sesuai Kategori
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Moch. Tarsun saat dimintai keterangan (Foto: Marzukiy @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Pamekasan – Program pemberian makan dan penjaminan kesehatan untuk warga lanjut usia (lansia) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur saat ini masuk dalam tahap verval penerima manfaat tahap dua.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Moch. Tarsun mengungkapkan, data yang masuk dari pemerintah desa melalui kecamatan banyak tidak sesuai dengan kategori yang tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup).

Dalam Perbup Pamekasan pasal 5 menerangkan bahwa lansia yang masuk dalam program itu meliputi lansia hidup sebatangkara, lansia bersama anak di bawah umur yang tidak potensial, dan lansia bersama disabilitas yang tidak potensial.

“Sebelum perbup itu dirumuskan, dan semua kepala desa yang diminta data memasukkan data lewat kecamatan itu berjumlah 4.240 orang, setelah disandingkan dengan kriteria akhirnya verval pertama menjadi 2.800 orang,” terangnya, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga:  Gedung DPRD Sampang Direncanakan Jadi Masjid Agung

Dikatakan Tarsun, pihaknya saat ini melakukan verval kedua terhadap jumlah 2.800 lansia tersebut lantaran anggarannya tidak mencukupi. Sebab, target anggaran sebesar Rp 4 miliar hanya untuk 400 lansia dengan pemberian makan dua kali sehari dan jaminan kesehatan mereka.

“Tapi saya pesankan ke tim jangan terpaku ke 400 orang, tapi semua lansia yang masuk pada kriteria di Perbup itu masukkan semua. Pak Bupati masih membuka ruang, seandainya lebih dari 400 lansia mungkin masih bisa di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) atau masih bisa dikoordinasikan dengan BUMN, BUMD atau para dermawan, swasta bisa bergabung,” ungkapnya.

Pihaknya belum bisa memastikan jadwal realisasi program tersebut, namun yang pasti pihaknya akan mempercepat tahapan verval agar lansia yang masuk kategori itu bisa segera menikmatinya.

Baca Juga:  Warga Manding Daya Tumpengan di Malam 17 Agustus 2022

“Semula kepala desa tidak tahu kriteria itu, semua lansia dimasukkan mungkin, jadi tinggi angkanya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.