oleh

Melepuh, Tangan Siswa SMA di Sumenep Disiram Minyak Goreng Mendidih

PortalMadura.Com, Sumenep – Salah seorang siswa SMA negeri di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tangan kanannya melepuh dan diprediksi akan cacat.

Korban, yang akrab disapa Toni warga Benagung dan masih duduk di kelas 2 IPA-4 diduga menjadi korban penganiayaan warga Pandian, Sumenep. Kasusnya, sudah dilaporkan pada polisi.

“Tangan kanannya melepuh setelah disiram minyak goreng dalam kondisi mendidih. Bisa cacat,” kata paman korban, Heri (35), pada wartawan dihubungi via telepon, Kamis (14/1/2016).

Dugaan penganiayaan tersebut berawal saat korban dituduh mengambil handphone milik temannya yang dititipkan sepulang dari silaturrahmi ke rumah teman lainnya di Kecamatan Lenteng, Minggu (10/1/2016).

“Tempat penganiayaannya di lantai 2 salah satu rumah warga Pandian. Kala itu, ponaan saya dipaksa untuk mengakui mengambil handphone,” terangnya.

Korban tetap tidak mengaku karena memang tidak mengambil, melainkan hilang saat terjadi kecelakaan di wilayah Batuan, Sumenep.

“Pada saat kecelakaan bersama pemilik HP itulah hilang di Batuan. Saat itu, ya bersama pemilik HP. HP lepas dari tangannya saat kecelakaan,” urainya.

iklan hari santri

Pihak keluarga pemilik HP terus memaksa untuk mengakuinya atas dasar petunjuk dari orang pintar (peramal) jika korban diyakini mengambil HP.

Korban pun akhirnya diintrogasi hingga terjadi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh dua orang yang mengaku keluarga pemilik HP yang telah mempersiapkan minyak goreng dalam kondisi mendidih.

“Katanya, (dua orang pelaku, red) kalau gak mengambil HP, minyak goreng dalam kondisi mendidih itu tidak akan membakar tangannya. Karena ketakutan, ponaan saya tetap tidak mau menyentuh minyak goreng itu. Karena tidak mau, akhirnya disiramkan pada tangan ponaan saya,” cerita Heri menirukan korban.

Kasus tersebut sudah dilaporkan pada aparat kepolisian. “Identitas pelaku dan lokasi penganiayaan sudah kami laporkan ke polisi. Jadi, lengkapnya ada di penyidik,” ucapnya seraya menyarankan mengambil data lain di penyedik.

Sementara, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanuddin belum bisa berkomentar banyak. “Akan saya cek dulu ya ke anggota yang menangani kasus ini. Saya masih diluar,”  terang Hasanuddin.(Hartono)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.