oleh

Memasuki Hari ke 11, Duka Masih Menyelimuti Warga Raas

PortalMadura.Com, Sumenep – Duka mendalam masih dirasakan warga Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Hingga, Kamis (16/10/2014) korban tenggelamnya perahu layar motor (PLM) Jabal Nur atau Mutiara Indah yang membawa rombongan pengantin pria sebanyak 51 orang, Senin (6/10/20014) masih 21 orang yang belum ditemukan, 8 selamat dan 22 orang meninggal.

Warga yang semula giat melaut untuk mencari bekal hidup, kini terhenti seketika lantaran sibuk melakukan pencarian korban perahu tenggelam dan merawat korban yang ditemukan selamat.

Peristiwa naas yang menimpa warga satu kampung (Dusun) Talango Tengah, Desa Brakas menydot perhatian Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Orang nomor satu di Jatim ini, turun langsung dan memberikan bantuan pada masing-masing korban sebesar Rp 5 juta.

Sementara Bupati Sumenep, A Busyro Karim, memberikan bantuan sebesar Rp 1,5 juta bagi korban meninggal dan Rp 1 juta bagi keluarga selamat.

Komunitas warga pulau Raas yang ada di Bali, juga melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga korban, dana yang sudah disalurkan mencapai Rp 14,6 juta.

Meski bantuan dari berbagai pihak terus mengalir, namun belum bisa membahagiakan hati warga Pulau Talango Tengah, terutama yang kehilangan anggota keluarganya.

Warga lebih banyak mengurung diri di rumah, sambil menunggu kabar ada anggota keluarganya yang ditemukan.

Pulau Talango Tengah yang luasnya hanya 5.000 meter persegi, dan dihuni oleh sekitar 300 KK dengan jumlah penduduk kurang lebih 700 jiwa itu, bagai pulau tak berpenghuni. Warga  masih larut dalam suasana duka, dan belum bisa menerima sepenuhnya peristiwa pahit itu.

“Pasca bencana itu, warga disini lebih banyak mengurung diri di kamar, mereka masih trauma dengan peristiwa itu, apalagi masih banyak anggota keluarga mereka yang belum ditemukan,” kata Samsul (50), warga Dusun/pulau Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan Raas, Sumenep.

Wajah-wajah warga pulau Talango Tengah, terlihat lesu, dan sulit diajak komonikasi, bahkan dari tatapan mata mereka, pandangannya kosong. Tidak hanya itu, rumah warga yang berjejer disepanjang jalan kampung tersebut, pintunya tertutup rapat.

Nyaris tak ada warga yang duduk-duduk di teras rumah, hanya beberapa anak kecil yang bermain di halaman bersama teman-teman sebayanya.

Basarnas Jatim yang diharapkan piawai untuk melakukan pencarian korban hilang jauh dari harapan warga setempat. Mayoritas korban berhasil ditemukan dan dilakukan evakuasi oleh perahu tradisional milik nelayan setempat.

Sebelumnya, PLM Jabal Nur membawa rombongan pengantin pria sebanyak 51 orang dari Dusun/Pulau Talango Tengah, Desa Brakas, Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Senin (6/10/2014). Dengan tujuan Buleleng, Bali.

Perahu mengalami masalah yang diawali dengan mesin mati. Lalu, perahu bergerak sesuai dengan arah angin. Sulit dikendalikan, hingga akhirnya bocor setelah menabrak karang dan tenggelam. (Laporan Reporter PortalMadura.Com, Samauddin dari Raas).


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE