Memasuki Musim Kemarau, BPBD Sumenep Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Avatar of PortalMadura.com
images 13
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai memetakan daerah rawan kekeringan. Hasil pemetaannya, ada sekitar 36 desa yang merupakan rawan kekeringan.

“Hasil pemetaan kami, ada sekitar 36 desa yang biasa terjadi kekeringan saat musim kemarau tiba. Hal ini berdasarkan kebiasaan yang terjadi pada tahun-tahun lalu,” kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riadi, Jumat (21/7/2017).

Ia menyatakan, puluhan desa yang merupakan masuk zona rawan kekeringan itu tersebar di sejumlah kecamatan dan itu memang daerah yang sering terjadi setiap tahun. Namun, kalau musim kemarau panjang, dipastikan akan merembet ke daerah yang lain.

Baca Juga:  Voli Pantai Putri Sumenep Kembali Sumbang Emas

“Puluhan desa itu tersebar di Kecamatan Pasongsongan, Batuputih, Dasuk, Batang-batang, Rubaru, Ganding, Lenteng, Pragaan, Bluto, Batuan, Nonggunong dan Gili Genting,” ucapnya.

Setiap menghadapi musim kemarau, instansinya telah menyiapkan anggaran untuk menyuplai air bersih ke daerah-daerah yang rawan kekeringan tersebut. Namun, tentunya air bersih itu baru bisa didistribusikan setelah ada permohonan dari daerah yang bersangkutan.

“Setiap tahun kami memang sediakan air bersih untuk disuplai ke daerah yang terjadi kekeringan. Jadi kami pastikan mereka tidak akan kekurangan air bersih selama musim kemarau,” ungkapnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, pihaknya belum menerima permohonan suplai air karena kemungkinan masih belum terjadi kelangkaan air bersih di daerah tertentu.

Baca Juga:  Mal UMKM Diresmikan, Embrio Kebangkitan Ekonomi Sumenep

“Sampai saat ini belum ada permintaan air bersih. Ini kan musim kemarau masih baru berjalan. Pada awal bulan lalu masih terjadi hujan di sejumlah daerah di Sumenep,” imbuhnya. (Arifin/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.