Menabung vs Investasi, Apa Perbedaan Keduanya?

  • Bagikan
Menabung-vs-Investasi,-Apa-Perbedaan-Keduanya
Ilustrasi (originaturuang.com)

PortalMadura.Com – Sedikit demi sedikit lama kelamaan akan menjadi bukit. Begitu istilah yang mungkin sering didengar sejak kecil, peribahasa ini menggambarkan pentingnya menabung untuk masa depan walaupun hanya terbilang sedikit. Tapi pada akhirnya akan mendapatkan banyak atas apa yang telah disimpan sebelumnya.

Hampir sama dengan melakukan investasi, dimana ia merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyimpan dana. Walaupun begitu, banyak orang yang belum paham bahwa sebenarnya menabung dan berinvestasi ini berbeda.

Apakah Anda salah satu orang yang menganggapnya sama?. Lantas apa perbedaan antara menabung dan berinvestasi? Simak artikel berikut ini agar Anda tahu perbedaannya sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Selasa (19/10/2021) dari laman Idntimes.com:

Kemudahan dalam Mengakses

Mengutip dari laman Finansialku, perbedaan mendasar yang pertama adalah kemudahan untuk mengakses dana tersebut. Saat menabung, Anda dapat mengakses tabungan Anda kapan pun dan di mana pun.

Misalnya ketika Anda membutuhkan dana darurat, Anda dapat mengambil uang melalui ATM. Meski begitu, tentu ada batasan jumlah yang dapat diambil atau dicairkan sesuai dengan prosedur yang berlaku di masing-masing bank.

Sementara saat Anda menginvestasikan sejumlah uang, Anda tidak dapat mengakses hasil investasi Anda sewaktu-waktu karena ada ketentuan periode pengambilan hasil investasi.

Risiko dan Bunga

Berbicara mengenai risiko, menabung bisa dikatakan memiliki risiko yang sangat kecil karena sistem keamanan yang sudah cukup canggih dan tentu saja terpercaya. Apabila bank di mana Anda menabung mengalami pencurian, Anda tidak perlu khawatir karena pihak bank pasti akan bertanggung jawab akan uang tabungan Anda.

Di samping itu, Anda hanya membayar biaya administrasi bulanan sesuai produk tabungan yang diambil. Besaran biaya administrasi tiap bank pun berbeda. Setiap nasabah dari bank tertentu juga pasti akan menikmati interest atau bunga tabungan tahunan yang ditambahkan pada rekening mereka masing-masing. Namun, kekurangannya jumlah bunga diberikan tentu saja tidak terlalu besar.

Dengan investasi, keuntungan yang ditawarkan jauh lebih besar daripada bunga tabungan. Modal yang ditanamkan dalam investasi tertentu akan terus bertambah nilainya dari waktu ke waktu sehingga kantong kekayaan Anda akan semakin bertambah.

Dalam dunia investasi, risiko dan imbalan memang berbanding lurus. Semakin tinggi imbalan hasil yang diperoleh maka semakin besar juga risiko yang akan ditanggung (high risk-high return). Bahkan ada kemungkinan juga dana investasi yang disetorkan akan hilang total karena kekalahan dengan investor lain, misalnya dalam investasi saham.

Bentuk atau Produk

Produk tabungan pada umumnya berupa uang yang disimpan di bank sebagai tabungan atau deposito. Sedangkan dalam investasi terdapat beberapa bentuk.

Pada umumnya, ada dua bentuk yaitu investasi melalui aset riil yang dapat kita lihat bentuk fisiknya seperti emas (logam mulia), rumah dan tanah (properti). Lalu, ada juga investasi dalam bentuk keuangan yang dilakukan melalui berbagai produk pasar modal seperti reksa dana, saham, dan obligasi.

Kelemahan Masing-masing

Kelemahan menabung adalah keuntungan dari bunga yang didapat terbilang kecil. Hal ini disebabkan uang yang Anda simpan di dalam tabungan tidak bertumbuh nilainya. Anda hanya dapat sebatas bunga tahunan yang bahkan besarannya mungkin hanya dapat membayar biaya administrasi bulanan, belum lagi tergerus oleh kenaikan inflasi tahunan. Maka, nilai dari uang Anda sebetulnya semakin menurun.

Sementara itu, kelemahan investasi ialah risiko sebanding dengan keuntungan. Oleh sebab itu, perlu skill berinvestasi yang matang mengingat risiko dari kerugiannya yang besar. Untuk jenis investasi saham, ada risiko yang ditanggung apabila perusahaan yang tempat Anda menginvestasikan modal Anda mengalami kebangkrutan. Perlu pengetahuan khusus juga dalam mengelola manajamen risiko dalam bermain saham.

Investasi dalam bentuk properti tentu saja memerlukan modal yang besar. Saat ingin mencairkan, bukan perkara yang mudah dan cepat juga dalam menjual aset berupa tanah dan properti mengingat properti bukanlah jenis aset yang likuid yang dapat dijual sewaktu-waktu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.