Menderita Gizi Buruk dan Hidrosefalus, Bayi di Madura Butuh Dokter Bedah Saraf

Avatar of PortalMadura.com
Istri Bupati Sampang, Nyai Hj. Mimin Slamet Junaid
Istri Bupati Sampang, Nyai Hj. Mimin Slamet Junaid
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sampang – Bayi usia 6 bulan, Abdurrahman, warga Desa Tobai Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur menderita gizi buruk.

Orang tua bayi, Satima (35) mengaku anaknya sudah sakit selama satu bulan dan sempat dirawat di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat.

Saat ini, pihak Puskesmas merujuk pasien Abdurrahman ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Muhammad Zyn Sampang, karena butuh penanganan khusus.

Pantauan PortalMadura.Com di ruang perawatan, kondisi kepala pasien tampak membesar dan anggota tubuh lainnya tidak bisa bergerak.

Satima hanya bisa berharap terhadap pemerintah untuk membantu memberikan solusi terhadap penanganan atau perawatan medis bagi anaknya.

“Semoga ada perhatian dari pemerintah. Dan kondisi anak kami semoga cepat sehat dan normal seperti anak-anak yang lain,” katanya, Selasa (9/4/2019).

Baca Juga:  Apresiasi Peran Muslimat NU, Bupati Sumenep Titip Tiga Pesan

Istri Bupati Sampang, Nyai Hj. Mimin Slamet Junaidi menyampaikan, kondisi bayi yang menderita gizi buruk akan dilaporkan kepada pimpinan daerah supaya diadakan musyawarah untuk dirujuk ke salah satu rumah sakit di Surabaya.

“Segera kami sampaikan kepada Bupati karena kondisi bayi butuh penanganan khusus dan perawatan secara intensif. Kami akan bantu sampai kesehatan bayi betul-betul membaik,” ujarnya saat besuk pasien di RSUD.

Direktur RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang, dr. Titin Hamidah mengaku jika rujukan pasien bayi dari Puskesmas itu menderita gizi buruk dengan hidrosefalus.

Salah satu upaya penanganan terhadap pasien bayi, pihaknya melakukan komunikasi dengan rumah sakit Pelindo Husada Citra (PHC) Surabaya.

Baca Juga:  Porprov Jatim, Atlet Judo Sumenep Sumbang Medali Perdana

“Pasien butuh penanganan yang lebih komprehensif, harus melibatkan dokter spesialis bedah saraf. Sementara, di sini tidak ada,” sambungnya.

Rencana RSUD, akan merujuk pasien bayi Abdurrahman ke rumah sakit PHC Surabaya.

“Setelah penstabilan di sini, pasien bayi langsung kami rujuk supaya mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.